Waspada Debu Vulkanik Anak Krakatau

Aktivitas di luar rumah sebaiknya dibatasi dengan tetap berada di dalam ruangan tertutup, terutama saat kualitas udara menurun tajam. Apabila terpaksa harus beraktivitas di luar, gunakan kacamata pelindung (goggles) dan hindari penggunaan lensa kontak atau softlens guna mencegah risiko abrasi kornea.

Perlindungan juga perlu dilakukan di area hunian dengan menutup rapat jendela, pintu, ventilasi, serta tempat penampungan air bersih agar tidak tercemar material asam dari debu. Selain itu, perbanyak konsumsi air putih untuk menjaga kelembapan membran mukosa tenggorokan dan membantu tubuh mengeluarkan partikel debu. Setelah beraktivitas di luar rumah, segeralah mandi, mencuci rambut, membilas hidung, dan mengganti pakaian.

Panduan Aman Membersihkan Debu di Rumah

Proses pembersihan debu di sekitar tempat tinggal harus dilakukan secara hati-hati agar tidak memicu resuspensi atau penerbangan kembali debu ke udara. Hindari mengibas pakaian atau menyapu abu dalam keadaan kering karena hal tersebut dapat memperparah polusi udara di dalam ruangan.

Sebagai gantinya, gunakan teknik basah dengan menyemprotkan sedikit air atau memanfaatkan kain pel basah untuk mengikat debu sebelum dibersihkan. Setelah kondisi erupsi dinyatakan membaik dan aman, lakukan pembersihan secara bertahap pada atap, talang air, serta filter pendingin udara (AC).

Kapan Harus Segera Periksa ke Dokter?

Masyarakat dianjurkan untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan seperti Puskesmas atau Rumah Sakit apabila mengalami gejala medis darurat. Indikasi yang perlu diwaspadai antara lain sesak napas berat, rasa tertindih di dada, batuk yang terjadi terus-menerus tanpa mereda, serta nyeri dada tajam saat menarik napas. Penanganan medis juga diperlukan jika mengalami iritasi mata berat yang terasa mengganjal, penurunan ketajaman penglihatan, pusing hebat, mual, hingga muntah.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel