Sebab itu dalam perjalanan atau perjuangan hidup di dunia ini, kita mesti memperhatikan secara seimbang dua jenis kegiatan ini. Kita tidak boleh hanya melakukan kegiatan rohani dengan menyambut Ekaristi di dalam Gereja. Kita juga tidak boleh hanya melakukan kegiatan jasmani di tengah dunia atau masyarakat.
Seperti ditunjuk dan dilakukan oleh Yesus, kita pertama-tama mesti mengikuti dan melakukan kegiatan rohani. Kita mesti mendengar sabda Tuhan yang mengajar kita dan berbicara kepada kita. Kegiatan rohani memberi motivasi atau dorongan bagi kita untuk melakukan kegiatan atau pekerjaan jasmani. Dalam kegiatan rohani Tuhan berbicara kepada kita tentang apa saja. Dalam kegiatan rohani Ia memberi kita semangat, kekuatan dan memberi jalan untuk hidup. Bahkan di dalam kegiatan rohani, Ia menyuruh kita sebagaimana di dalam Injil Ia menyuruh murid-murid-Nya untuk mencari makan dan memberi makan jasmani bagi hidup di dunia ini. Di dalam kegiatan rohani, Ia memberi makanan rohani, tubuh dan darah-Nya sendiri bagi kita.
Lebih daripada itu, di dunia dalam aneka bentuk kegiatan jasmani kita mesti melaksanakan apa yang kita dengar dan kita terima dari Tuhan di dalam kegiatan rohani. Dalam kegiatan jasmani, kita melanjutkan dan melaksanakan semua pengajaran yang kita terima dari Yesus dalam kegiatan rohani. Tanpa kegiatan jasmani, bekal sabda Tuhan dan bekal tubuh dan darah-Nya yang kita terima dalam kegiatan rohani tidak berbuah, tidak berwujud dan tidak bermanfaat bagi hidup yang nyata. Tanpa kegiatan jasmani, pengajaran Tuhan Yesus tentang apa saja khususnya tentang Tubuh dan darah-Nya tetap menjadi cita-cita yang ada di otak dan memori kita, tetapi tidak menjadi nyata dalam hidup yang konkrit. Dalam bahasa Rasul Yakobus, iman tanpa perbuatan adalah mati. Artinya kegiatan rohani berisi iman dalam permenungan, tetapi kegiatan jasmani berisi iman dalam perbuatan, dalam aksi atau aktivitas yang nyata.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel





