Cepat, Lugas dan Berimbang

Kalau Tuhan Datang, Bagaimana Manusia? (Sebuah Theodice ke Deus Humanissimus)

Hal ini (Theodice) jadi satu gugatan penuh makna bagi manusia. Kalau Bayi Yesus datang (baca: lahir), secara eksistensial manusia ke mana dan bagaimana?

Setiap tahun, tepatnya tanggal 25 Desember umat Kristen seluruh dunia merayakan Natal. Merayakan Natal tiap tahun bukan pertama-tama untuk memenuhi kewajiban liturgi belaka, tetapi lebih dari itu karena ada sesuatu yang ingin ditimba atau diperoleh darinya karena sesungguhnya makna terdalam Natal senantiasa relevan dengan situasi hidup manusia kini.

Karena itu, merayakan Natal bukan semata-mata sebagai perayaan kenangan (akan kelahiran Kristus) yang dilaksanakan setiap tahun, tetapi juga karena Natal memberikan harapan dan kekuatan baru bagi umat yang merayakannya.

Apa makna Natal bagi kehidupan manusia sekarang ini?

Secara sepintas Natal memberi kesan ketakberdayaan, kesengsaraan, kemiskinan, dan ketidakberuntungan.

Dikisahkan bahwa Kristus lahir pada situasi yang sangat sulit. Tuntutan untuk melakukan cacah jiwa di tempat yang jauh menjadi suatu kesulitan sekaligus beban bagi Maria yang sementara mengandung. Mereka mesti menempuh perjalanan jauh dan melelahkan.

Apa yang mau ditampilkan dibalik semua situasi ketakberdayaan tersebut? Natal secara sepintas memang demikian. Tetapi, sebenarnya ada makna yang lebih mandalam untuk kehidupan manusia dewasa ini. Manusia yang senantiasa jatuh dalam fatamorgana kehidupan.

Fatamorgana Kehidupan

Istilah fatamorgana kita temukan dalam ilmu fisika. Fatamorgana merupakan sebuah term yang menunjukkan gejala optis yang terjadi pada permukaan yang panas, sehingga pada permukaan tersebut tampak seolah-olah ada air.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN