Jujur, Adil, Tegas Ala Pong Harjatmo

Di situs jejaring sosial Twitter dan Facebook, tindakan Pong mendapat apresiasi sangat luas. Di Facebook, sedikitnya empat grup mendukung Pong Harjatmo. Salah satu grup bertajuk ‘Hidup Pong Harjatmo’.

Dalam hitungan jam sejak aksi Pong, pendukung grup ini terus bertambah. Salah satu Facebookers, Ady Pictureart menulis di wall ‘Hidup Pong Harjatmo,’ “terimakasih buat saudara Pong yang telah mewakili rakyat Indonesia untuk menampar DPR… Kalau perlu satu-satu anggotanya yang malas timpukan pakai sepatu…seperti mantan press USA.”

Lalu ada Kris R. Mada yang menulis, “lebih dari 60 judul film, sebagian sebagai pemeran utama, sungguh Pong Harjatmo tidak butuh popularitas lagi….”

Pong juga membantah berbagai tudingan anggota dewan bila aksi yang Ia lakukan sebagai vandalisme. “Itu dicat lagi dengan cat warna yang sama juga sudah beres,” ujar Pong. Ia juga membantah mencari popularitas dalam aksi ini.

Kecewa Kinerja Anggota Dewan

Aksi coret atap Gedung DPR Pong lakukan karena kecewa kinerja anggota dewan. Sederet kasus disebut Pong. Dari kasus Century, tabung gas elpiji meledak, bolos sidang dewan hingga kasus janda pahlawan.

Tengok saja kasus Century yang bergulir di legislatif setelah pemerintah menggelontorkan dana talangan (bail out) sebesar Rp6,7 triliun pada 2008 lalu. DPR membentuk pansus, namun hiruk-pikuk kasus berakhir tak jelas. DPR tak terlihat garang lagi mengejar ‘pelaku-pelaku’ dalam skandal bank century ini.

Belum tuntas masalah Century, DPR kembali disorot publik karena sejumlah wakil rakyat yang terhormat punya hobi bolos rapat di DPR. Padahal, gelontoran uang rakyat untuk gaji para legislator tidak sedikit. Dalam setahun, Forum Indonesia Transparansi Anggaran (FITRA) mencatat, negara harus merogok kocek Rp511 miliar untuk gaji anggota DPR.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel