Mendengar itu, Barnabas dan Paulus mengoyakkan pakaian mereka, lalu terjun ke tengah-tengah orang banyak itu sambil berseru: ‘Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian? Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu! Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya… Ia memuaskan hatimu dengan makanan dan kegembiraan.’ Walaupun rasul-rasul itu berkata demikian, namun hampir-hampir tidak dapat mereka mencegah orang banyak mempersembahkan kurban kepada mereka” (Kis 14: 8-10.12-18).
Dalam kisah suci ini, Paulus dan Barnabas adalah rasul-rasul Tuhan yang mendapat karunia istimewa untuk membuat mukjizat penyembuhan atas seorang yang lumpuh. Justru karena itu orang banyak menganggap mereka sebagai “dewa-dewa (yang) telah turun ke tengah (dunia) dalam rupa manusia” (Kis 14: 11). Lebih jauh, mereka disembah dan orang banyak membawa korban persembahan ‘lembu-lembu jantan dan karangan-karangan bunga’ kepada mereka.
Belajar Sadar Diri Seperti Paulus dan Barnabas
Menghadapi semua peristiwa itu, bisa saja Paulus dan Barnabas tidak sadar diri atau lupa daratan. Mereka bisa merasa amat bangga dan senang, gembira dan sukacita. Bahkan mereka bisa menjadi amat sombong dan angkuh. Akan tetapi nyatanya, mereka tetap sadar diri siapa mereka sebenarnya. Maka dengan tegas mereka berkata bahwa mereka bukan ‘dewa dan bukan ‘tuhan’ atau ‘Allah’. Tetapi mereka tetap ‘manusia biasa sama’ seperti semua orang lain. Mereka hanya menerima tugas perutusan dari Tuhan ‘untuk memberitakan Injil’ kepada orang lain di mana saja di belahan bumi ini.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel




