“Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan tiga poin, yaitu: pertama, dampak pandemic covid-19 dalam bidang pendidikan, humaniora, kesehatan, dan pertanian; kedua, urgensi tranformasi digital di tengah era pandemic covid-19; ketiga, peran Kemenkominfo RI dalam mengakselerasi tranformasi digital”, terangnya.
Menteri Johnny menegaskan bahwa pemerintah melalui kementerian yang dipimpinnya telah membuat kebijakan-kebijakan yang bertujuan mempercepat proses transformasi digital di Indonesia.

“Untuk mempromosikan tranformasi digital demi mengakselerasi peningkatan ekonomi digital di Indonesia, Kemenkominfo telah mengeluarkan berbagai kebijakan di semua bidang kehidupan. Sebagai contoh ada program Gerakan Nasional 1000 Start Up, UMKM Digital on Boarding, penyediaan akses internet pada lebih dari 3000 fasilitas Kesehatan di seluruh Indonesia, mendukung aplikasi pedulilindungi, mendukung peran Indonesia sebagai Presidium G-20, khususnya di bidang ekonomi digital, dan menyediakan beasiswa bagi peningkatan keterampiran dan literasi digital” urainya.
Menutup materinya, Menteri Johnny menyatakan bahwa kehadiran Pandemi Covid-19 telah membuka peluang bagi besarnya peran teknologi informasi dalam berbagai bidang kehidupan. Untuk itu, ia berharap semua pihak bekerja sama memanfaatkan peluang ini agar bangs bisa pulih lebih cepat dan pulih lebih kuat.
Keynote Speakers
Setelah penyampaian materi dari Menkominfo sebagai pembicara istimewa, kegiatan konferensi dilanjutkan dengan presentasi makalah dari 4 (empat) pembicara kunci. Tampil sebagai pembicara kunci pertama adalah Prof. Dr. Adrianus Ahemka, ST., M.Eng dari LLDIKTI Wilayah XV. Ia membawakan makalah dengan judul, “The Commitment of LLDIKTI XV to Improving the Quality of Tertiary Education in East Nusa Tenggara.” Setelah itu, Prof. Dr. Yohanes S. Lon, MA dari Unika Santu Paulus Ruteng hadir sebagai pembicara kunci kedua.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel





