Melalui sambutan yang sama, Dr. Fransiska juga mengungkapkan rasa syukur dan bangga karena konferensi ini juga didukung oleh dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) melalui kompetisi dana hibah. Kami bersyukur dan bangga karena acara ini terselenggara berkat hibah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia. Ini benar-benar pencapaian yang luar biasa bagi kami, karena hanya dua puluh delapan universitas di Indonesia yang dianugerahi sebagai pemenang hibah ini, dan kampus kecil kami mampu unggul dan mengungguli beberapa nama besar di kancah pendidikan tinggi),” ujarnya.
Dr. Fransiska berharap dengan tema konferensi kali ini, ada hal positif yang bisa disumbangkan bagi peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan, kemanusiaan, kesehatan dan pertanian. “Hari ini kami memulai konferensi dengan tema: Kontribusi TIK di bidang pendidikan, humaniora, kesehatan, dan pertanian pasca-COVID-19.Pandemi COVID-19 telah mengubah banyak aspek kehidupan kita. Selama periode ini, kita juga melihat perkembangan yang luar biasa terutama di bidang informasi, komunikasi, dan teknologi. Perkembangan TIK menghadirkan tantangan bagi kita untuk memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas hidup kita yang mengutamakan kesetaraan dan keberlanjutan. Khusus di bidang pendidikan, humaniora, kesehatan, dan pertanian, perkembangan TIK perlu dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan yang holistik, integratif, dan harmonis”, tandasnya.
Distinguished Keynote Speaker
Seluruh presentasi makalah pada hari pertama dibuka oleh pembicara kunci istimewa (Distinguished Keynote Speaker), yaitu Menkominfo RI. Johnny G. Plate, S.E. dalam materinya, Menteri Johnny menggarisbawahi urgensi tranformasi digital pada era pascapandemi.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel





