Secara konseptual literasi sering dihubungkan dengan media cetak, dimana istilah literasi mengandung pengertian kemampuan membaca.
Menurut Steyer(2002) mendefinisikan literasi media sebagai kemampuan untuk mengakses, menganalisis, evaluasi dan proses produksi media.
Dalam konteks media massa, literasi media lebih kepada upaya untuk memperkuat pilihan dari pada upaya untuk melindungi pengaruh yang negatif.
Tiga Aspek Esensial Literasi Media Masyarakat Kota
Di sini ada tiga kelompok bahasan yang esensial mengenai literasi media yaitu pada lokasi personal, struktur personal dan keahlian.
Pada aspek personal, literasi media dilihat dari apakah masyarakat mengikuti media memiliki tujuan dan dorongan tertentu. Jika memiliki tujuan maka masyarakat lebih fokus untuk mengikuti program atau isi media tertentu yang sesuai dengan tujuannya. Sedangkan dorongan (drives) yang dimiliki akan menunjukkan tingkat perhatian dalam mengikuti media. Jika dorongannya kuat maka perhatiannya akan tinggi.
Aspek yang kedua struktur pengetahuan , yaitu informasi yang terorganisasi dalam memori seseorang. Aspek yang ketiga yaitu kemapuan (skill), yaitu keahlian masyarakat dalam melakukan penilaian terhadap isi media.
Hal ini meliputi kemampuan analisis, evaluasi, pengelompokkan apa objek analisisnya untuk membedakan satu sama lain.
Yang terakhir ialah meliputi kemampuan mendeskripsikan secara akurat jelas dan singkat tentang sebuah esensi pesan. Dalam konteks ini literasi media memampukan seseorang untuk merumuskannya secara baik. Oleh karena itu, media literasi bersifat multidimensional, tidak terbatas pada aspek komunitif tetapi juga meliputi dimensi emosi, estetik, dan moral.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











