Ruteng, infopertama.com – Menindaklanjuti instruksi darurat dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV Nusa Tenggara Timur terkait ancaman gempa bumi dan potensi tsunami di daratan Flores, Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng bergerak cepat dengan mengambil langkah-langkah penanganan darurat keselamatan sivitas akademika.
Sebelumnya, LLDIKTI Wilayah XV mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh Pimpinan Perguruan Tinggi dan Yayasan Penyelenggara di NTT menyusul gempa kuat yang melanda kawasan Flores dan Manggarai Raya. Instruksi tersebut, dalam salinan yang diperoleh infopertama.com memuat empat poin penanganan utama:


Penghentian Aktivitas Kampus: Menginstruksikan seluruh kampus di wilayah terdampak untuk meliburkan kegiatan akademik hingga situasi dinyatakan aman.

Koordinasi Pemantauan: Mendorong koordinasi aktif bersama BMKG, TNI/Polri, Basarnas, serta Pemerintah Daerah setempat, sekaligus melaporkan kondisi berkala ke Bagian Umum LLDIKTI XV.
Kesiapsiagaan Fasilitas Medis: Memastikan kesiapan seluruh fasilitas medis, obat-obatan, dan sarana pendukung dalam mengantisipasi situasi darurat.
Kesiapan Evakuasi: Mengonsolidasikan sarana transportasi guna mendukung mobilitas evakuasi sivitas akademika, terutama bagi mahasiswa KKN di lokasi rawan.
Surat edaran ini juga diteruskan langsung kepada Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) serta Sekretaris Jenderal Diktisaintek sebagai bentuk pengawasan nasional.
Unika Ruteng Tarik Mahasiswa KKN dan Bentuk Posko Bencana
Menjawab imbauan tersebut, Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Pastor Agustinus Manfred Habur, memutuskan untuk segera menarik seluruh mahasiswa KKN Tematik dari lokasi pengabdian kembali ke tempat aman. Keputusan tegas ini diambil demi menjamin keselamatan para mahasiswa pascagempa.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel













