Ruteng, infopertama.com – Tenaga kesehatan yang berada di garis depan pelayanan bencana tidak hanya berhadapan dengan keletihan fisik, tetapi juga risiko tekanan psikologis yang tinggi. Menyadari pentingnya menjaga kondisi mental para garda terdepan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai menggelar pelatihan dukungan psikososial di Posko Health Emergency Operation Center (HEOC), Selasa (29/9).
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa para nakes dan staf Dinas Kesehatan yang terlibat langsung dalam masa tanggap darurat gempa bumi tetap berada dalam kondisi tangguh. Beban psikologis pascabencana tidak hanya dirasakan oleh masyarakat penyintas, melainkan juga dapat menghinggapi para petugas kesehatan yang terus-menerus memberikan pelayanan dalam kondisi darurat.
Untuk merawat kesehatan mental para nakes tersebut, Dinkes Kabupaten Manggarai berkolaborasi dengan Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara (UNTAR) Jakarta. Pelatihan ini menghadirkan Dr. Meiske Yunithree Suparman, M.Psi., Psikolog, bersama tim relawan psikolog yang memberikan pemahaman komprehensif mengenai dampak psikologis pascabencana.
Dalam pelatihan ini, para nakes dibekali keterampilan untuk mengenali tanda-tanda tekanan psikologis serta strategi menjaga kesehatan mental diri sendiri. Selain itu, materi utama difokuskan pada penguasaan Psychological First Aid (PFA) atau Pertolongan Pertama Psikologis agar nakes mampu memberikan dukungan awal yang empatik, aman, dan tepat kepada masyarakat terdampak.
Penerapan PFA juga menanamkan kesadaran penting bagi nakes untuk memahami batas kemampuan diri dalam memberikan pendampingan. Dengan pemahaman tersebut, pendampingan awal dapat berjalan tepat sasaran, dan kasus yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dapat segera dirujuk ke tenaga profesional.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel










