Eksistensi Literasi Media Melekat Pada Demografis Masyarakat (Sebuah Analisis Kehidupan Masyarakat Kota)

Liberalisasi media yang lakukan di berbagai negara termasuk di Indonesia, mengurangi dan cenderung menghapus pengaturan negara terhadap media.
Faktor liberalisasi dan industrialisasi menjadi kerangka kerja(frame work) para pemilik dan pengelola media dalam memproduksi isi media.

Dalam proses produksi, media berusaha merancang isi media, menentukan program dan kemasan yang sesuai selera pasar.

Teori jurnalisme misalnya jurnalisme kendali professional atau driven jounalism. dan jurnalisme yang dikendalikan massa atau market driven journalism _ (McManus,1994).

Ketika media berada dalam pengarihindustrialisasi yang kemungkinan akan menjauhkan dari nilai-nilai masyarakat, dan ketika negara dan masyarakat tidak bisa mengendalikan media maka nilai fungsi media akan menjadi fungsional dalam kehidupan masyarakat sangat tergantung pada kondisi literasi masyarakatnya.

Demografis Masyarakat dan Literasi Media

Kondisi literasi masyarakat terhadap media akan berkaitan dengan kondisi demografis masyarakatnya. Hal itu mencakup melipjenis kelamin, usia, tingkat pendidikan dan pekerjaan.

Adanya keterkaitan antara faktor demografis dengan literasi media. Perbedaan itu diantaranya perbedaan individual, social dan kultural yang bisa membedakan karakteristik akses terhadap media.

Sampel dalam analisis eksistensi literasi media masyarakat kota adalah masyarakat perkotaan provinsi Kalimantan Selatan. Kalimantan Selatan sebagai salah satu provinsi yang terjangkau oleh media televisi yang pancarkan dari jakarta.

Dengan begitu, penelitian ini bertujuan memberikan gambaran literasi masyarakat perkotaan di Provinsi Kalimantan Selatan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel