RUTENG, infopertama.com – Dosen Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Santu Paulus Ruteng, Dr. Maximus Tamur, M.Pd., meraih pendanaan melalui Program Pendanaan Mobilitas Dosen Tahun 2026.
Capaian tersebut membuka ruang kolaborasi internasional dengan Assoc. Prof. Tommy Tanu Wijaya, M.Ed., Ph.D., dosen diaspora Indonesia di Beijing Normal University, China.
Kolaborasi ini mengusung proposal “Diaspora Berdampak: Penguatan Ekosistem Pembelajaran Matematika Berbasis Artificial Intelligence dan Digital Learning untuk Mewujudkan Program Studi Pendidikan Matematika Bereputasi Internasional.”


Dorong Ekosistem Pembelajaran Matematika Berbasis AI
Program ini tidak hanya berfokus pada kegiatan seminar atau lokakarya. Tim mengembangkan ekosistem pembelajaran yang mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI), digital learning, Outcome-Based Education (OBE), riset, publikasi, pengembangan bahan ajar, dan jejaring akademik internasional.
Dr. Maximus Tamur menjelaskan bahwa program tersebut lahir dari gagasan untuk membawa pengalaman dan jejaring akademik diaspora Indonesia ke lingkungan pendidikan di daerah.
Baca Juga: Unika Ruteng Perkuat Jaringan Global melalui Kerjasama dengan UNS
“Sederhananya, membawa pengalaman global untuk memperkuat kebutuhan lokal. Kita belajar dari praktik-praktik internasional, tetapi tidak kemudian meninggalkan karakter kita sendiri,” jelas Dr. Maximus.
Tim juga menghubungkan pemanfaatan AI dengan etnomatematika dan budaya lokal Flores. Pendekatan tersebut mendorong mahasiswa memanfaatkan teknologi digital tanpa meninggalkan konteks sosial dan budaya masyarakat.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel









