Ruteng, infopertama.com – Pemkab Manggarai, merasa keberatan dan menyampaikan klarifikasi atas pemberitaan infopertama.com tertanggal Senin, 12 Juni 2023, dengan judul “Tipu-Tipu Yasukma Ruteng ke Guru Komite di SDK, Bupati Nabit: Yayasan Lain di Manggarai Selalu Bayar Sesuai SK”.
Atas pemberitaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai Sekertariat Daerah Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan dengan Alamat: Kantor Bupati Manggarai, Jl. Motang Roa No. l, Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Nomor telepon: (0385) 21001 menyampaikan klarifikasi resmi dengan nomor: 485/PRO/047/V1/2023 perihal Klarifikasi Berita Infopertama tertanggal, Selasa, 13 Juni 2023. Adapun klarifikasi tersebut dikirim ke kontak resmi infopertama.com yang diterima, Selasa, 13 Juni 2023.
Berikut klarifikasi resmi pemda Manggarai:
KLARIFIKASI BERITA INFO PERTAMA
Website Infopertama.com menyiarkan berita berjudul “Tipu-Tipu Yasukma Ruteng ke Guru Komite di SDK, Bupati Nabit: Yayasan Lain di Manggarai Selalu Bayar Sesuai SK” pada hari Senin, 12 Juni 2021. Penggunaan frasa ‘Tipu-Tipu Yasukma Ruteng’ pada kalimat yang sama dengan ‘Bupati Nabit’ memungkinkan terjadinya kesesatan (mislead) opini publik, seperti:
- Frasa tersebut disampaikan oleh Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit, S.E., M.A.;
- Bupati Manggarai menyetujui frasa tersebut–bahwa Yasukma Ruteng melakukan (mengutip media tersebut) ‘tipu-tipu’; dan
- Bupati Manggarai membenarkan framing media bahwa Yasukma Ruteng melakukan tindakan penipuan (tipu-tipu).
Sehubungan dengan hal tersebut serta kemungkinan bahwa situasi mislead itu menempatkan Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit, S.E., M.A. sebagai pihak yang berlawanan/kontra dengan Yasukma Ruteng, maka kami ingin menyampaikan beberapa hal berikut:
Pertama, Tidak Ada Kata ‘Tipu-Tipu’
Benar bahwa wartawan media tersebut melakukan wawancara pada tanggal 6 Juni 2023 terkait gaji guru komite di Sekolah Dasar Katolik (yang bernaung di bawah Yasukma Ruteng) yang diupah dari dana BOS. Namun dalam wawancara tersebut, baik pewawancara maupun Bupati Manggarai tidak menggunakan kata ‘tipu-tipu’. Bahwa kata itu kemudian muncul dalam berita (baik pada judul maupun dalam badan berita), hal tersebut bisa jadi adalah opini (kesimpulan) penulis berita atas informasi yang diperolehnya dari sumber lain.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp ChanelÂ
Â








