“Jika seorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya, dan pelayan dari semuanya…” (Markus 9:35).
Dan Yesus malah menempatkan seorang bocil di tengah-tengah dan memeluk bocil itu penuh kasih dan perhatian! Toh, menjadi nyata, bahwa yang terbesar di antara para murid adalah siapapun yang sanggup bersama Yesus dan di dalam semangatNya untuk melihat ‘yang kecil dan sederhana, yang tak diperhitungkan, kaum yang tak beruntung hidup dan nasibnya. Dan semuanya dalam spirit kerendahan hati. Iya, dalam semangat kerendahan hati!
Oh iya, mari menyeberang ‘situasi hari-hari ini.’ Setelah pelantikan 22 Kepala Daerah asal NTT, pada Kamiss 20 Februari 2025 lalu, akan kah mereka disambut dalam suasana untuk ‘mesti segera melayani Flobamora dan daerah pengabdian masing-masing dengan penuh kesetiaan dan perjuangan?’
Untuk Partai pengusung, para pendukung, tim sukses, ‘tangan kanan’ dan seterusnya, sekiranya tak ada geliat yang mederu-deru untuk menghitung-hitung ‘siapakah yang terbesar’ dalam jasa membawa Paket Pilkada untuk resmi menahkodai daerah. Adakah yang sudah bersiap-siap untuk satu dua kalkulasi transaksi politik? Entahlah.
Semoga tak terlalu simplistik, spiritualistik atau biblistik untuk bergaunggema: “Biarkanlah Para Kepala Daerah kita berbakti, berdedikasi, berjuang dalam semangat jiwa merdeka: ‘merah merdeka, putih merdeka. Warna merdeka…….’
Verbo Dei Amorem Spiranti
Collegio San Pietro – Roma
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







