Orang-orang istimewa karena mendapat karunia-karunia khusus ini biasanya dicari dan didengarkan oleh orang-orang lain. Katakan, orang lain mencari dan mendengarkan mereka. Tetapi mereka sendiri tidak mencari orang lain apalagi memproklamirkan diri atau membuat promosi diri terhadap orang lain. Kalau orang mulai membangga-banggakan diri atau memproklamasikan diri atau juga membuat promosi diri dengan karunia khusus yang ada padanya, itu sudah menjadi tanda-tanda tidak sehat, tanda-tanda kesombongan dan bahkan tanda-tanda kepalsuan.
Sikap Waspada Terhadap Orang-Orang ‘Khusus’
Karena itu kita perlu ‘extra hati-hati’ atau ‘extra waspada’ terhadap orang-orang yang mengklaim diri memiliki karunia khusus dari Tuhan. Secara prinsipiil orang-orang yang memiliki karunia khusus biasanya bersikap ‘tenang-tenang’ atau ‘diam-diam’.
Mereka tinggal di tempat dan tidak melakukan praktek-praktek propaganda di mana-mana. Mereka amat rendah hati, mereka tidak ‘menjual’ keistimewaan mereka. Juga, mereka tidak pamer diri dan kehebatannya Mereka tidak mencari orang, tetapi orang mencari mereka. Tidak minta didengarkan, tetapi orang lain dengan sendirinya mendengarkan mereka, mematuhi dan mengikuti mereka.
Dalam hal ini kita tidak boleh langsung percaya atau cepat percaya. Kita harus pandai-pandai melakukan “discernment” atau membeda-bedakan roh atau perilaku yang muncul. Dalam bahasa Yesus, kita harus melihat buah-buah yang mereka hasilkan dalam hidup.
“Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal” (Mat 12: 33). Demikianlah, “orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat” (Mat 12: 35).
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






