Dengarkanlah Orang-Orang Pilihan Tuhan

Sebab itu pantaslah dan bahkan haruslah kita mendengarkan para imam. Tuhan berbicara kepada kita melalui para imam. Maka kalau kita mendengarkan para imam, kita mendengarkan Tuhan yang berbicara kepada kita dan menyapa kita dari hati ke hati dan dari muka ke muka.

Selain para imam yang menerima karunia tahbisan imamat suci, orang-orang istimewa atau orang-orang pilihan Tuhan yang lain adalah orang-orang yang menerima karunia khusus dari Allah. Menurut Rasul Paulus, “kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat. Dan, kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.

Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mukjizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat. Dan, kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membeda-bedakan bermacam-macam roh.

Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh. Dan, kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. Tetapi semuanya itu dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus seperti yang dikehendaki-Nya” (1Kor 12: 7-11).

Intinya, “setiap orang menerima dari Allah karunianya yang khas, yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu” (1Kor 7: 7). Karunia khas atau khusus ini bisa tercurahkan atas cara tertentu kepada siapa saja yang berkenan kepada Tuhan. Mereka bisa memiliki kemampuan-kemampuan khusus yang tidak ada pada orang-orang lain. Seperti misalnya ada kemampuan untuk menyembuhkan sakit dan penyakit, kemampuan untuk menafsir peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian alam, kemampuan untuk bernubuat atau mengadakan mukjizat dan lain-lain.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel