Dari dialog antara Paulus dengan beberapa orang ini di Efesus ini, ada dua pikiran yang bisa muncul dan yang berguna bagi kita.
1). Baptisan Yohanes
Sebagai manusia, kehidupan kita berjalan di tengah padang luas tanpa batas. Kita hidup dan berkembang di tengah padang luas tanpa batas itu. Di tengah padang luas tanpa batas itu, kita tidak tahu siapa tuan atau pemilik kita. Tuan atau boss siapa saja dapat ‘merebut’ kita untuk menjadi warganya atau milik kepunyaannya.
Tetapi dengan baptisan Yohanes, kita tidak menjadi manusia ‘liar’. Baptisan Yohanes membuat kita seperti memiliki sebuah ‘rumah’ atau ‘kandang’ untuk tinggal. Dengan menerima baptisan Yohanes, kita tidak menjadi subjek pencarian dan perebutan orang lain. Baptisan Yohanes membuat kita memiliki Tuan, Boss atau atasan yang tetap.
Inti dari baptisan Yohanes dalam hal ini adalah pertobatan. Itu berarti orang mesti meninggalkan cara hidup lama dan mengenakan cara hidup baru. Cara hidup lama ditandai dengan dosa dan kejahatan. Tetapi melalui pertobatan, dosa dan kejahatan harus dihentikan atau dimatikan. Kita harus bertobat atau berubah dari cara hidup penuh dosa dan kejahatan, lalu berubah untuk menjadi cara hidup penuh berkat dan rahmat Tuhan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel




