Cepat, Lugas dan Berimbang

Aroma Politik dan Tafsiran yang tak Terduga?

Logika murahan dibangun tak apalah. Intinya mudah dicerna massa, dan pada muaranya dapatkan simpati dalam lumbung suara yang gendut dan kembung walau isinya kebanyakan angin penuh kepalsuan dan kibulannya. Iya, yang penting elektabilitas ‘diisukan naik dan cenderung terus menanjak.’

Pada saat-saat ini, antitesis dan kontroversi dibangun liar dan semborono. Tak perlu fakta dan data. Asal saja berani bersuara, dibalut narasi hedonistik verbalis diyakini sudah jadi modal untuk mendulang simpati. Yang terjadi belakangan ini bahwa perang narasi tak dipilari oleh isi kepala. Diksi, kalimat, suara, lebih mengobok-obok dunia rasa. Itu sudah jadi modus meriah.

Demi memburu ‘banyak’

Politik memang sudah dan tengah membidik ‘psikologi orang ramai.’ Sebab katanya, “Orang-orang akan lupa akan apa yang Anda katakan, tetapi mereka ingat perasaan mereka ketika mendengar kata-kata Anda.” Yang mau dikatakan, “Emosi yang terbit yang menentukan, bukan isi yang dicerna” (G Mohamad, 2017).

Sebab itulah di saat-saat seperti ini, politisi sepertinya lupa akan visi-misi dan gagasan-gagasan kunci yang bakal diperjuangkan. Keadaan memaksa bahwa untuk menuju tampuk kekuasaan, ia mesti jadi bintang panggung dan bintang lapangan. Asalkan semuanya menyentuh rasa dan segera masuk di hati publik sebagai idola.

Mari kembali pada segala tafsir yang tak terduga. Segala yang telah dirakit dalam kata dan kenyataan sebagai ‘baik dan demi kebaikan bersama’ telah digugat. Dicari segala daya upaya untuk kembosi gelembung balon udara pengakuan publik yang melangit.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN