Cepat, Lugas dan Berimbang

Arnoldus Bangkit: Harapan Tumbuh dari Pekarangan dan Pendampingan Inklusif

Untuk kegiatan bertani, Anok menanam wortel dan daun bawang di pekarangan depan rumah menggunakan polibag plastik. Sementara itu, tanaman labu ditanam di lahan miring milik keluarga yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumah. Di kebun labu tersebut, Anok bekerja bersama ayahnya, Stef, mengolah lahan dan merawat tanaman yang menjadi salah satu sumber utama penghasilan keluarga.

Kambing yang dirawat Anok untuk menjamin ketersediaan bahan baku pupuk organik disediakan oleh PSE Keuskupan Ruteng dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Lembaga layanan sosial ekonomi Gereja Katolik ini turut mengambil bagian dalam mendorong perubahan sosial ekonomi keluarga Anok. Bantuan PSE tidak hanya diberikan kepada keluarga Anok, tetapi juga kepada seluruh anggota kelompok disabilitas Desa Sahabat Lentang.

Dukungan tersebut, kata Rikardus Roden, staf sekaligus penanggung jawab layanan pastoral Yayasan Ayo Indonesia, tidak hanya bertujuan menjamin ketersediaan bahan baku pupuk organik. Lebih dari itu, bantuan tersebut memiliki nilai yang sangat penting karena menumbuhkan semangat hidup Anok untuk bertanggung jawab membangun masa depan keluarganya.

Selain bekerja di kebun keluarga, Anok juga mencari penghasilan sendiri dengan bekerja harian di kebun milik keluarga lain di Kampung Pelus. Ia bahkan kerap menjadi tenaga kerja untuk mencampur pasir dan semen bagi warga yang sedang membangun rumah. Kondisi ini membuat Anok tidak lagi menjadi beban finansial keluarga, melainkan ikut menopang kebutuhan rumah tangga.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN