infopertama.com – Yayasan Ayo Indonesia menggelar edukasi perubahan iklim dan dampaknya terhadap sektor pertanian bagi kelompok disabilitas di Kantor Desa Persiapan Wade, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Kamis, 21 Mei 2026.
Kegiatan yang didukung Missionprokur SVD Steinhausen Swiss ini diikuti 22 peserta yang terdiri dari orang tua yang memiliki anak difabel, orang dewasa difabel, serta remaja difabel di Desa Persiapan Wade.
Kegiatan tersebut turut dihadiri pemerintah desa, para pendamping kelompok disabilitas, mahasiswa magang, dan masyarakat setempat. Suasana diskusi berlangsung hangat dan partisipatif. Sejumlah peserta tampak aktif berbagi pengalaman mengenai perubahan cuaca yang memengaruhi hasil pertanian dan kebutuhan air untuk pertanian di lingkungan mereka.
Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa hasil panen padi menurun dalam tiga tahun terakhir akibat kekurangan air. Selain itu, tanaman cengkeh juga tidak berbuah optimal karena musim hujan berkepanjangan yang terjadi belakangan ini. Kondisi tersebut dinilai semakin mempersulit kehidupan petani yang bergantung pada sektor pertanian sebagai sumber penghidupan utama keluarga.
Kepala Desa Persiapan Wade, Kristianus Apul, dalam sambutannya menegaskan bahwa perubahan iklim telah menjadi tantangan serius bagi masyarakat desa karena berdampak langsung pada hasil pertanian dan ketahanan pangan keluarga. Menurutnya, cuaca yang tidak menentu, musim kemarau yang lebih panjang, dan meningkatnya intensitas hujan ekstrem membuat petani semakin sulit menentukan waktu tanam dan meningkatkan risiko gagal panen.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







