Cepat, Lugas dan Berimbang

Kiai Cabuli Santri di Pati; Relasi Kuasa dan Kerentanan Sistem Berasrama

Santri
Kiai Ashari, terduga pelaku asusila santriwati di pati. (Foto: Facebook/IlovePati)

Penulis: Flora Grace Putrianti, S.Psi., M.Si., M Psi., Psikolog★

infopertama.com – Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap santriwati di sebuah pondok pesantren di Pati yang mencuat ke publik belakangan ini tidak bisa dipandang semata sebagai peristiwa kriminal individual. Peristiwa ini menyentuh lapisan yang lebih dalam: krisis kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan keagamaan.

Di tengah posisi pesantren sebagai institusi yang selama ini dihormati dan dipercaya, kasus ini menjadi titik balik yang menggugah kesadaran kolektif bahwa kepercayaan, betapapun kuatnya, tetap memerlukan sistem yang menjaga.

Bagi banyak keluarga di Indonesia, keputusan untuk memondokkan anak bukan sekadar pilihan pendidikan, melainkan juga bentuk penyerahan tanggung jawab moral. Orang tua tidak hanya menitipkan proses belajar, tetapi juga pembentukan karakter, nilai, bahkan keamanan anak.

Dalam perspektif psikologi, ini merupakan bentuk delegated trust, yaitu pendelegasian kepercayaan dari satu pihak kepada pihak lain yang dianggap memiliki integritas dan otoritas.

Pesantren selama ini memiliki legitimasi sosial dan simbolik yang kuat. Nilai religiusitas, kedekatan dengan ajaran moral, serta figur kiai sebagai pemimpin spiritual membentuk persepsi bahwa pesantren adalah ruang yang aman dan layak dipercaya.

Namun, ketika figur sentral dalam sistem tersebut justru diduga menjadi pelaku kekerasan, maka yang runtuh bukan hanya relasi antara individu, tetapi juga fondasi kepercayaan itu sendiri.

Dalam kajian psikologi sosial, kondisi ini dapat berkembang menjadi generalized mistrust, yakni meluasnya ketidakpercayaan dari satu kasus ke sistem yang lebih besar. Satu peristiwa di satu lembaga berpotensi memengaruhi persepsi masyarakat terhadap lembaga lain yang serupa. Kekhawatiran orang tua tidak lagi bersifat spesifik, melainkan menyebar: apakah semua pesantren aman? Apakah masih ada ruang pendidikan yang benar-benar dapat dipercaya?

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN