(sekadar suara pasar senggol)
“Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita, yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa…”
(Ebiet G Ade)
P. Kons Beo, SVD
“Kami menghimbau masyarakat untuk menggunakan media sosial secara bertanggungjawab. Ajaklah orang untuk menentukan hak politik mereka dengan bebas dan tanpa paksaan. Semua calon yang bertarung di Pilkada Ende adalah putra-putri terbaik.” Itulah himbauan Basilius Wena, Ketua Bawaslu Ende, yang terungkap penuh bijak dan terukur bagi masyarakat Kabupaten Ende.
Tentu Wena tak asal omong. Kata-kata bijak padat makna itu lahir dari pantuannya. Yang terjadi di wilayah Kabupaten Ende adalah ‘banyak ujaran kebencian muncul di media sosial terkait penyelenggaraan Pilkada.’ Tak hanya itu, ditambahkan pula agar ‘masyarakat tidak mengekspresikan pilihan politik mereka dengan berlebihan, apalagi sampai menyerang kehormatan pribadi orang lain.’
Di hari-hari awal ini, demi Pilkada, paslon-paslon mulai ‘ditiup-tiup’ agar mengangkasa pasti di langit Ende. Adalah wajar bagi individu, atau bahkan bagi kelompok individu jika ada Paslon tertentu yang jadi usungannya. Entah dengan alasan rasional terhadap paslon tertentu, atau karena alasan yang semata-mata emosional, yang terkapling dalam zona primordialis, masyarakat Ende pasti sudah punya kiblat pada paslon jagoannya.
Di hari-hari ini, masyarakat atau tepatnya elit politik Ende mulai kasak-kusuk tentang strategi pilihan dan mengusung paslon. Pasangan ini atau itu, atau ‘bagaimana jika si A dengan si B, atau si B dengan C, atau si C dengan si A dan seterusnya. Pokoknya ramailah geliat bongkar pasang acak-acakan paslon.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel




