Cepat, Lugas dan Berimbang

Menyimak Lanjut Himbauan Bijak Bawaslu Ende

Penanganan berbagai kasus yang marak di Ende, dan tampak mandek dan tak ada kejelasan, tentu sudah menjadi rumor yang tak sulit terbendung. Sudah tampillah ‘pengadilan jalanan’ atau ‘penghakiman media sosial’ dengan cara-caranya sendiri. Dan apakah ini yang disebut ‘propaganda gelap, hoaks, berita palsu’ oleh Ketua Bawaslu Ende?

Maka, suara bijak Bawaslu-Ende sepertinya juga menyasar Pihak Penegak Hukum di Ende. Karena ketidakjelasan penanganan kasus-kasus itulah, yang libatkan elit-elit politik Ende, maka suara-suara pengadilan jalanan dan udara jadi tak terkendali.

Telah tebal terkesan bahwa antara elit politik dan penegak hukum telah terjadi dinamika ‘saling menyandra dalam koridor mutualisme kepentingan atau keuntungan. Yang tetap mengalir dari waktu ke waktu, dari satu pimpinan ke pimpinan berikutnya.’ Ibaratkanlah saja sebagai satu paket pesta kasus: “Kasus demi kasus bisa berulangtahun di laci penyidikan. Dan untuk rayakan ulang tahunnya, elit politik Ende yang diduga telibat mesti setia jadi tuan pesta yang royal demi makan gratis para tamu tingkat penegak hukum.”

Tetapi juga, tentu selain himbauan bijak bagi publik Ende seputar penggunaan media sosial, agar suasana Ende tetap sejuk dan tak keruh di seputar Pilkada, pastilah sebaliknya publik Ende pun punya harapan besar dan amat serius pada Bawaslu dan KPU Ende.

Sekiranya Bawaslu dan KPU Ende sungguh-sungguh kuasai aturan main Pilkada dan bertindak dengan ‘tangan kuat, bebas, otonom dan tanpa intervensi, apalagi jika sampai dikuasai mutlak oleh elit-elit politik Ende atau kelompok yang mulai nakal dan tak beretika dalam Pilkada.
Yang model begini: Bukan lagi mungkin, tetapi ‘Pasti Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa…..”

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN