Sejauh ini, dia mengaku, ada 5 kelompok yang terus menanam sayur-sayuran meski dalam skala kecil untuk tujuan pemenuhan kebutuhan sayur-sayuran sehat-bergizi di keluarga dan sebagian mereka jual.
Pemerintah desa Terong, tambah Atong, akan terus mendorong masyarakatnya menanam sayur-sayuran dan buah-buahan secara kontinyu untuk peningkatan ekonomi dengan memanfaatkan lahan kering yang masih cukup luas demi mencapai visi Desa Terong, yaitu Berjuang Bersama Mewujudkan Desa Terong yang maju, unggul dan sejahtera.
Rikhardus Roden Urut, Manager Program di Yayasan Ayo Indonesia pada pertemuan informal itu mempresentasikan perubahan hasil dari implementasi program pemberdayaan sosial ekonomi bersama 793 orang peserta program pada 10 tahun terakhir.

Yayasan Ayo Indonesia, jelas Rikhar, telah berhasil mendorong mereka untuk menjual komoditi sorgum, sayur-sayuran. Kemudian kopi hasil dari cara pengolahan paska panen berstandart serta tempe yang diusahakan dengan pendekatan UMKM sebagai sumber penghidupan. Total penjualan komoditi dan produk dari mereka pada periode program 2022/2023 mencapai 1.02 miliar rupiah.
Dia menjelaskan perubahan yang berarti ini merupakan buah dari upaya-upaya edukasi dalam program, antara lain, pelatihan-pelatihan tehnis dan motivatif, memfasilitasi kunjungan belajar dari para petani yang usahanya masih berskala kecil kepada petani sukses, mengembangan sistem pemasaran berjaringan serta menerapkan pendampingan lapangan dengan cara lejong (bertamu/ bertemu/ berdiskusi/ refleksi).
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






