Cepat, Lugas dan Berimbang

Tidak Cuma Sibuk, Tapi Mendengarkan Tuhan

Dari kisah tentang Maria dan Marta ini, kita memang perlu sibuk bekerja. Dalam kenyataan sehari-hari, bekerja adalah bagian dari hidup kita. Orang yang tidak bekerja, janganlah ia makan, kata Rasul Paulus. Karena itu orang yang belum mendapat pekerjaan, hendaklah ia segera mencari pekerjaan. Amat bersyukur bila pekerjaan yang kita peroleh sesuai dengan profesi atau keahlian kita. Tetapi kalau pekerjaan kita berbeda dengan profesi, tidak apa-apa. Yang penting, kita ada pekerjaan atau kesibukan dalam hidup. Amat tidak baik kalau kita menganggur atau menjadi penganggur.

Akan tetapi lebih penting dari itu, kita jangan lupa mendengarkan Tuhan. Pekerjaan atau kesibukan boleh ada, apalagi belum ada. Namun bagaimana kita dapat bekerja dengan baik, hal itu tidak datang dari diri kita. Tuhan memberi terang dan menunjuk jalan, sehingga kita tahu menjadi orang yang baik dan tahu pula menjadi orang yang bekerja dengan baik. Inilah pentingnya dan perlunya mendengarkan Tuhan seperti yang dilakukan oleh Maria dalam Injil hari ini.

Nasrudin bekerja pada seorang kaya raya. Pada suatu hari, orang kaya itu panggil Nasrudin: Nasrudin, kemarilah kau. Kamu ini baik. tetapi lamban sekali. Kau tidak pernah mengerjakan satu pekerjaan dan selesai sekaligus. Kalau disuruh beli tiga butir telur, kau tidak membelinya sekaligus. Kalau kau pergi ke warung, kau pulang membawa satu telur. Kemudian pergi lagi, balik lagi membawa satu telur dan seterusnya, sehingga untuk beli tiga telur, kamu pergi tiga kali ke warung”, kata bossnya. Mendengar teguran bossnya, Nasrudin minta maaf. “Maaf Tuan, saya salah. Saya tidak akan kerja seperti itu lagi. Saya akan mengerjakan sekaligus saja, biar cepat beres.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN