Tag: UST Yogyakarta

  • Gagal Capai Kesepakatan, Yayasan UST Tolak Pakta Integritas Mahasiswa: “Percayalah Seperti Orang Tua”

    Gagal Capai Kesepakatan, Yayasan UST Tolak Pakta Integritas Mahasiswa: “Percayalah Seperti Orang Tua”

    Yogyakarta, infopertama.com – Ketegangan mewarnai pertemuan antara mahasiswa dan jajaran pimpinan Yayasan Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) di Yogyakarta, Kamis (15/1/2026). Debat terbuka yang diinisiasi oleh BEM KBM UST ini berakhir tanpa komitmen tertulis setelah pihak Yayasan menolak menandatangani Pakta Integritas terkait 12 tuntutan mahasiswa.

    Kronologi dari Ruang Publik ke Meja Audiensi

    Aksi yang awalnya direncanakan digelar secara terbuka di depan Patung Ki Hadjar Dewantara ini sempat dialihkan ke dalam kantor Yayasan atas undangan pihak pengelola. Pertemuan ini dihadiri langsung oleh tokoh-tokoh kunci Yayasan, yakni: Ki Saur Panjaitan (Ketua Yayasan), Ki Assegaf (Wakil Ketua Yayasan), Ki Untung (Sekretaris Yayasan), Nyi Esti (Bendahara Yayasan) dan, Ki Riski (Staf Yayasan)

    Di sisi lain, delegasi mahasiswa dipimpin langsung oleh Presiden Mahasiswa (Presma) BEM KBM UST, Ain Dadong (Mauli Ain), didampingi tujuh anggota kabinetnya.

    Kritik Tajam atas Fungsi Pengawasan

    Membuka debat, Ain Dadong menyampaikan kekecewaan mendalam atas sikap pasif Yayasan. Menurutnya, Yayasan seharusnya bertindak sebagai pengawas Rektorat yang hingga kini dianggap abai terhadap nasib ribuan mahasiswa.

    “Yayasan seharusnya menjadi benteng terakhir ketika aspirasi kami diabaikan oleh Rektorat, bukan justru ikut menutup mata,” tegas Ain di hadapan pimpinan Yayasan.

    Debat Panas: Profesionalisme vs Analogi Kekeluargaan

    Suasana memanas ketika mahasiswa menyodorkan lembar Pakta Integritas. Meski Ketua Yayasan, Ki Saur Panjaitan, menyatakan secara lisan akan membawa aspirasi mahasiswa ke tingkat Rektorat, ia menolak memberikan tanda tangan resmi.

    Laman: 1 2

  • Kepemimpinan Rektor UST 4 Periode Berturut-turut, Bukan Prestasi!

    Kepemimpinan Rektor UST 4 Periode Berturut-turut, Bukan Prestasi!

    Oleh: Indria Febriansyah★

    infopertama.com – Keberhasilan seorang pemimpin adalah mampu menciptakan kader-kader muda yang siap bersaing. Ketika itu tidak terjadi, maka dipastikan tidak adanya transfer Scientia.

    Sebagai alumni Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) yang pernah memimpin Majelis Mahasiswa Univ. Sarjanawiyata Tamansiswa – Keluarga Besar Mahasiswa (MMU-KBM) UST pada periode 2010–2012, saya memandang perlu adanya refleksi kritis terhadap realitas yang terjadi di almamater tercinta.

    Berita mengenai Prof Drs Ki Pardimin, M.Pd, PhD yang kembali menjabat Rektor UST kali keempat patut kita sikapi dengan lebih objektif. Dan, tidak hanya berlandaskan pujian semata.

    Hemat penulis, setidaknya ada beberapa poin penting yang menjadi refkeksi kritis bersama. Terutama, bagi para alumni UST Yogyakarta, di antaranya pada penjelasan berikut.

    1. Reformasi Kelembagaan yang Mandek

    Tiga periode sebelumnya semestinya menjadi ruang regenerasi dan reformasi, bukan sekadar kontinuitas kekuasaan. Kepemimpinan yang terlalu lama tanpa evaluasi terbuka berisiko melanggengkan status quo. Dan, menutup ruang lahirnya pemimpin-pemimpin baru dari kalangan dosen muda atau civitas akademika lain yang potensial. Ini bertentangan dengan semangat Tamansiswa yang menjunjung dinamika hidup dan kemerdekaan berpikir.

    2. Ukuran Prestasi Harus Holistik, Bukan Sekadar Infrastruktur

    Saya tidak menafikan adanya pembangunan fisik kampus, namun indikator keberhasilan pendidikan tidak bisa hanya dari beton dan gedung. Yang lebih penting adalah transformasi nilai, kualitas riset, dan partisipasi aktif mahasiswa dan alumni dalam pengambilan kebijakan kampus.

    Dalam hal ini, banyak alumni menilai partisipasi publik dan transparansi dalam proses rektorat selama ini masih minim.

    3. Krisis Ekonomi Global Bukan Alasan Tunggal

    Stabilnya jumlah mahasiswa baru tidak serta-merta menjadi bukti keberhasilan manajerial. Yang perlu kita tanyakan adalah, apakah lulusan UST mampu bersaing di dunia kerja, ataukah hanya menjadi angka statistik tanpa dampak nyata? Selain itu, keberadaan unit usaha kampus justru belum sepenuhnya memberdayakan alumni, terutama dalam sektor koperasi atau kewirausahaan berbasis komunitas Tamansiswa yang seharusnya bisa diperkuat.

    4. Aspirasi Alumni Belum Maksimal Didengar

    Sebagai Ketua Koperasi Alumni dan Ketua Umum Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia, saya banyak menerima aspirasi dari alumni di berbagai daerah bahwa mereka belum merasakan manfaat konkret dari kiprah rektorat selama tiga periode sebelumnya. Penghargaan dari Ikasata memang patut kita apresiasi. Namun, penting diingat bahwa tidak semua alumni terwakili dalam Ikasata. Ada banyak organisasi alumni yang punya suara, namun belum diakomodasi secara adil dalam forum resmi kampus.

    5. Rektor Bukan Figur Tunggal dalam Gerakan Tamansiswa

    Gerakan Tamansiswa adalah gerakan kultural dan pendidikan yang bersifat kolektif. Ketika sosok rektor terlalu dominan dan terus-menerus diposisikan sebagai “satu-satunya motor”, maka kita sudah menyimpang dari filosofi “Sang Guru” yang mestinya membimbing, bukan mengendalikan.

    Saya berharap ke depan ada mekanisme demokratis yang lebih sehat di tubuh UST, baik dalam pemilihan rektor maupun dalam penyusunan kebijakan kampus.

    Kita perlu membuka ruang diskusi seluas-luasnya antar alumni, mahasiswa, dosen, dan pemangku kepentingan Tamansiswa secara menyeluruh agar “Taman Siswa” benar-benar kembali menjadi taman pendidikan yang merdeka, inklusif, dan progresif.

    Salam Tamansiswa – Tut Wuri Handayani!

    ★(Alumni UST, Ketua KSTI, Ketua Koperasi Jasa Barisan Alumni Tamansiswa Nusantara, Sekjen IRMP Prabowo se-Indonesia)

  • UST Masuk Top 10 Universitas Terbaik di Yogyakarta Versi UniRank 2024, Pilihan untuk Maba

    infopertama.comKota Yogyakarta, DI Yogyakarta selain sebagai tujuan wisata dikenal juga sebagai Kota Pelajar. Setidaknya ada 10 universitas terbaik di Yogyakarta yang bisa menjadi pilihan calon mahasiswa.

    Salah satunya, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa yang salah kampusnya berada di depan Balai kota Yogyakarta.

    Ketahui, lembaga pemeringkatan UniRank memasukkan 10 kampus di Kota Yogyakarta dalam daftar pemeringkatan tahun 2024. Universitas ternama seperti UGM, UNY, dan UII tidak masuk dalam daftar itu karena berada di Kabupaten Sleman, bukan di Kota Yogyakarta.

    Dari 596 perguruan tinggi di Indonesia yang masuk dalam kriteria seleksi UniRank, kampus-kampus di Yogyakarta berhasil menembus peringkat dengan kualitas pendidikan yang diakui secara nasional. Kriteria seleksi UniRank antara lain adalah pengakuan, lisensi, atau akreditasi oleh otoritas pendidikan tinggi yang berwenang di Indonesia, serta menawarkan program gelar sarjana atau pascasarjana.

    Universitas Alma Ata berhasil meraih peringkat pertama dalam daftar 10 Universitas Terbaik di Yogyakarta Versi UniRank 2024. Peringkat nasional mereka adalah 35.

    Peringkat kedua ditempati oleh Universitas Ahmad Dahlan dengan peringkat nasional 46. Sedangkan Universitas Kristen Duta Wacana di peringkat ketiga dengan peringkat nasional 103.

    Berikut adalah daftar lengkap 10 Universitas Terbaik di Yogyakarta Versi UniRank 2024 beserta peringkat nasional masing-masing:

    1. Universitas Alma Ata
    • Peringkat Nasional: 35

    2. Universitas Ahmad Dahlan
    • Peringkat Nasional: 46

    Laman: 1 2

  • Manajemen Waktu untuk Lebih Produktif Pada Komunitas REMIKA Yogyakarta

    infopertama.com – Maraknya permainan games online saat ini menjadikan anak-anak dan remaja bahkan orang dewasa lebih memilih menggunakan waktu luang mereka untuk bermain games online. Sebagian dari mereka bermain games online di tempat-tempat yang menyediakan wifi gratis hingga berbayar.

    Hal ini berdampak pada anak-anak dan remaja yang berstatus sekolah menjadi malas belajar, sering membolos sekolah, kurang peduli dengan lingkungan sekitar, insomnia, mood charger (suasana hati mudah berubah), boros dan aktivitas lainnya.

    Menyikapi hal itu, tim dosen Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta mengajak REMIKA (Remaja Islam Masjid Kanggotan) di Kanggotan, RT 08 Pleret, Bantul, Yogyakarta dalam kegiatan pengabdian masyarakat untuk menjadi pribadi yang lebih produktif dengan manajemen waktu.

    Tim dosen pengabdian masyarakat ini diketuai Flora Grace Putrianti, S.Psi., M.Si., M.Psi., Psikolog dari Prodi Psikologi dengan anggota Astuti Wijayanti, M.Pd. Si., Laily Rochmawati Listiyani, M.Pd., dari Prodi IPA dan dua mahasiswa yaitu Amanda Putri Listia dari Prodi IPA serta Fitroh dari Prodi Psikologi.

    Pantauan media, kegiatan bermula dengan pembukaan, ice breaking dan materi pengabdian masyarakat pada Minggu, 24 September 2023. Kegiatan manajemen waktu membentuk manusia produktif ini menghadirkan sebanyak 31 orang yang terdiri dari usia Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah Atas.

    Peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sampai akhir dengan penuh semangat.

    Flora Grace, ketua tim Pengabdian Masyarakat UST Yogyakarta menuturkan, sudah menjadi kewajiban anak-anak dan remaja menggunakan waktu luangnya untuk hal-hal yang produktif.

    Laman: 1 2

  • 7 Universitas Swasta Terbaik di Jogja Versi Unirank 2023, Kampus Agama Masih Mendominasi

    DIY, infopertama.com – Kampus-kampus bernuansa agama terus mendominasi Pemeringkatan Universitas Swasta di Kota Pendidikan Yogyakarta versi Unirank 2023.

    Pada urutan 3 teratas dominasi kampus bercorak islam masih tak terkalahkan. Kemudian menyusul kampus Katolik melengkapi 5 besar. 

    Di posisi Buncit milik kampus bercorak Kristen, sementara satu kampus swasta lainnya merupakan kampus bercita rasa Nusantara.

    Sebagaimana kita pahami, bahwa untuk urusan pendidikan, tentu setiap orang menginginkan yang terbaik, termasuk urusan pemilihan universitas. Stigma harus masuk universitas pelat merah karena pasti unggulan mulai tergerus akan bertambahnya daftar universitas swasta terbaik di Jogja dan di kota-kota lainnya.

    Dengan segala plus minus dan pilihan jurusan yang ditawarkan, deretan universitas swasta terbaik di Jogja versi Unirank 2023 berikut ini bisa menjadi referensi.

    1. Universitas Islam Indonesia (UII)

    Kampus UII Yogyakarta (uii.ac.id)

    Berada di urutan pertama sebagai universitas swasta terbaik di Jogja versi Unirank 2023, UII ada di urutan ke-3 kampus terbaik di Jogja, juga urutan ke-23 di Indonesia. Dari seluruh program studi yang ditawarkan oleh UII, setidaknya 70 persen program studi telah terakreditasi Unggul atau A.

    2. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)

    Kampus UMY. (Dok. Humas dan Protokol UMY)

    Buat kamu yang berkeinginan masuk UMY patut berbangga, pasalnya kampus satu ini berada di rangking ke-2 sebagai universitas swasta terbaik di Jogja, urutan ke-5 terbaik dari 26 universitas di Jogja, dan urutan ke-33 di Indonesia. Memiliki tagline ‘Muda Mendunia’, jurusan favorit di UMY antara lain adalah Kedokteran dan Kedokteran Gigi.

    Laman: 1 2

  • Rektor UST Yogyakarta Lantik Putra Manggarai jadi Warek IV Periode 2023-2027

    Yogyakarta, infopertama.com – Rektor Universitas Sarjana Wiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta, Ki Prof H. Pardimin MPd PhD melantik Dr. Silvester Goridus Sukur, Mpd, CIQaR sebagai Wakil Rektor (Warek) IV periode 2023 – 2027 kampus yang didirikan Mendiknas Pertama Indonesia, Ki Hadjar Dewantara.

    Selain Wakil Rektor IV, Ki Pardimin juga melantik Wakil Rektor I UST Dr. Yuli Prihatni MPd, Wakil Rektor II Dr. Kusuma Chandra Kirana MM. Dan, Wakil Rektor III Dr. Ari Setiawan S.Sos.I MPd.

    Wakil Rektor I memiliki tugas mewakili Rektor dalam memimpin pengelolaan kegiatan Caturdharma Perguruan Tinggi, merumuskan kebijakan umum dan kebijakan-kebijakan strategis di bidang akademik.

    Wakil Rektor II memiliki tugas mewakili Rektor dalam memimpin pengelolaan kegiatan Caturdharma Perguruan Tinggi, membantu Rektor dalam perumusan kebijakan umum. Dan, merumuskan kebijakan-kebijakan strategis di bidang perencanaan keuangan, tata kelola, Sumber Daya Manusia (SDM), sarana prasarana, sistem teknologi dan informasi.

    Sementar Wakil Rektor III memiliki tugas mewakili Rektor dalam memimpin pengelolaan kegiatan Caturdharma Perguruan Tinggi. Ia juga membantu Rektor dalam perumusan kebijakan umum, dan merumuskan kebijakan-kebijakan strategis di bidang kemahasiswaan dan alumni.

    Warek IV UST Yogyakarta memiliki tugas mewakili Rektor dalam memimpin pengelolaan kegiatan Caturdharma Perguruan Tinggi, merumuskan kebijakan umum dan kebijakan-kebijakan strategis di bidang kehumasan dan urusan internasional.

    Warek IV
    Prosesi Pengambilan Sumpah Para Wakil Rektor UST Yogyakarta (Humas UST)

    Pelantikan para wakil rektor UST Yogyakarta ini berlangsung di Ruang Senat Gedung Pusat UST Yogyakarta, Kamis 20 Juli 2023 pukul 13.00 WIB.

    Laman: 1 2

  • Prof Sutrisna Wibawa: Guru Gagal Implementasikan Merdeka Belajar

    Jogja, infopertama.com – Ketua Dewan Pendidikan DIY, Prof Sutrisna Wibawa, menyebutkan kalau guru itu gagal atau belum berhasil mengimplementasikan Merdeka Belajar. Menurutnya, salah satunya karena terbiasa petunjuk, panduan dari atas. Padahal Merdeka Belajar belajar secara merdeka, mandiri sesuai potensi diri, alam lingkungan, sosio-kulturnya. Guru harus ajur-ajer, asah-asih-asuh.

    “Memperlakukan siswa atau peserta didik sebagaimana anak sendiri. Guru harus welas asih, ya among, momong, ngemong,” ujar mantan Rektor UNY itu.

    Ia menambahkan, Merdeka Belajar itu sebenarnya dari Sistem Among/Among System konsep Ki Hadjar Dewantara, pendiri perguruan kebangsaan Tamansiswa.

    “Guru sampai sekarang masih gagal implementasikan Merdeka Belajar. Untuk itu, perlu merunut kembali dan mempelajari Sistem Among dengan jiwa merdeka dan kemandirian.” Ujar Prof Dr. Sutrisna Wibawa MPd dalam Bedah Buku ‘Berpaling Kepada Sistem Among’ – Bunga Rampai Ketamansiswaan, Permuseuman dan Kemasyarakatan’ karya Ki Bambang Widodo. Giat bedah buku itu berlangsung di kampus Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta, Jalan Batikan, Kamantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Selasa (25/10/2022).

    Drs Octo Lampito MPd (Pimpinan Redaksi SKH Kedaulatan Rakyat dan KRJogja.com) juga ikut membedah buku tersebut dengan moderator Dr Hajar Pamadhi MA. Pengantar kegiatan tersebut oleh Tri Suparyanto MM (Ketua Penyelenggara), Dr drh Munawaroh (Ketua Umum PKBTS). Dan, Rektor UST Yogyakarta Prof Pardimin MPd PhD membuka secara resmi.

    Laman: 1 2

  • Penerapan Tri Pusat Pendidikan KHD dalam Kasus Kekerasan Seksual

    Penerapan Tri Pusat Pendidikan KHD dalam Kasus Kekerasan Seksual

    Oleh Flora Grace Putrianti, S.Psi., M.Si.*

    Kekerasan seksual yang melibatkan anak kandung tidak hanya terjadi pada kasus pria berinisial FJ (40) tahun di Manggarai, Flores, NTT. Akan tetapi sebelumnya sudah pernah terjadi di Koja (Maret 2021), di Depok (Juni 2020) dan daerah lainnya.

    Berdasarkan hasil laporan dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMPONI PPA) hingga 3 Juni 2021 terdapat 3.122 kasus kekerasan terhadap anak dan yang mendominasi adalah kekerasan seksual pada anak.

    Kemudian, Data Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan bahwa kasus kekerasan seksual pada anak setiap tahun mengalami peningkatan yaitu 2016 (25 kasus), 2017 (81 kasus), 2018 (206 kasus), 2019 (350 kasus). Kenaikan yang cukup drastis ini membutuhkan penanganan yang serius dari berbagai pihak yang terkait.

    Kekerasan seksual terhadap anak juga dikenal dengan istilah child sexual abuse. Dalam banyak kasus, korban merasa malu untuk menceritakan kejadian yang ia alami kepada orang lain karena membicarakan aib sendiri. Sedangkan pelaku malu dan takut jika perbuatan bejatnya orang lain ketahui, yang akan membawanya ke terali besi.

    Anak Sebagai Pemuas Kebutuhan Seksual

    Kekerasan seksual terhadap anak menurut End Child Prostitution in Asia Tourism (ECPAT) Internasional adalah hubungan atau interaksi antara seorang anak dengan seorang yang lebih tua atau orang dewasa seperti orang asing, saudara sekandung atau orang tua dengan cara mempergunakan anak sebagai objek pemuas kebutuhan seksual pelaku.

    Melakukan perbuatan ini dengan paksaan, ancaman, suap, tipuan bahkan tekanan.
    Kekerasan seksual dapat menimbulkan berbagai dampak negatif pada korban, baik secara fisiologis, emosional, maupun psikologis. Dampak secara fisiologis berupa luka fisik, kesulitan tidur dan makan, kehamilan yang tidak diinginkan, tertular penyakit seksual, dan lain-lain.

    Laman: 1 2 3 4 5

  • Pendidikan Alternatif Eksis di Luar Tamansiswa

    Pendidikan Alternatif Eksis di Luar Tamansiswa

    Pendidikan formal (bukan pendidikan alternatif) yang masyarakat dan negara akui umumnya kenal sebagai model pendidikan dengan strategi dan manajemen yang sangat bagus. Bahkan sekarang produk-produk hukum lahir untuk mengatur sektor pendidikan di Indonesia. Mulai dari UU Guru, Sisdiknas N0. 23, BHP, dan berbagai produk lainya. Dengan dalih agar pendidikan Indonesia menjadi lebih baik dan bisa bersaing di dunia internasional.

    Benar bahwa dengan adanya berbagai produk hukum yang mengatur sektor pendidikan di Indonesia, bisa menjadikan pendidikan di Indonesia lebih baik. Bahkan gaya pendidikan Indonesia sekarang sudah menyerupai gaya barat seperti Amerika.

    Kita patut berbesar hati karena kita tidak harus sekolah atau kuliah ke Amerika. Sebab gaya pendidikan barat seperti amerika sudah bisa kita dapatkan di Indonesia.

    Hadirnya UU BHP menjadikan sektor pendidikan kita (Indonesia), sebagai lahan bisnis bagi para kapitalis berambut hitam. Seperti yang pernah Presiden SBY lontarkan dalam sambutan pada Rakernas HIPMI yang disiarkan secara langsung oleh beberapa stasiun TV swasta nasional belum lama ini.

    Dalam sambutannya, SBY mengatakan bahwa adik-adik HIPMI di pundak adik-adik semualah masa depan bangsa akan jadi lebih baik. Ada banyak hal, ada banyak bidang yang bisa jadikan sumber pendapatan…Seperti bisnis di bidang pendidikan

    Sampai di sini, kontoversi UU BHP sepertinya tidak perlu perdebatan lagi. Bahwa adanya BHP dapat beralihnya sektor pendidikan kita menjadi lahan bisnis kapitalis asing maupun lokal.

    Laman: 1 2 3 4