Ruteng, infopertama.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai menolak keras penggunaan tenda darurat berbahan tipis untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) para siswa korban Gempa Flores. Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, secara tegas memerintahkan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dinas PPO) untuk segera membangun kelas darurat beratap seng bagi siswa Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang terdampak.
Instruksi ini disampaikan Bupati Hery saat memimpin Rapat Evaluasi Penanganan Bencana di Posko BPBD Kabupaten Manggarai pada Senin (28/9/2026), seiring beralihnya status penanganan bencana ke masa Transisi Darurat ke Pemulihan.
Ia menekankan bahwa proses belajar anak-anak tidak boleh dikorbankan atau dilakukan seadanya meski dalam situasi pascabencana. Penggunaan tenda kain tipis dinilai sangat tidak layak karena rentan bocor dan panas, sehingga berpotensi mengganggu kesehatan serta kenyamanan belajar siswa.
“Sekali lagi kita tegaskan, Pemerintah Kabupaten Manggarai tidak percaya pendidikan bisa dilakukan di kemah seperti ini, apalagi kemah tipis. Kalau kemahnya tipis, saya tidak percaya pendidikan berjalan di situ,” tegas Bupati Hery.
Sebagai solusinya, Pemkab Manggarai mengambil langkah konkrit melalui kluster Pendidikan Kedaruratan dengan menyiapkan fasilitas belajar yang lebih tahan terhadap perubahan cuaca. Bupati memastikan pemerintah daerah akan menyuplai material seng untuk atap kelas darurat agar kegiatan siswa tetap berjalan aman dan terlindungi dari guyuran hujan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel










