2). Allah Dalam Relasi Dengan Ciptaan
Segala makhluk ciptaan adalah ciptaan atau buatan tangan Allah. ‘Ia telah menjadikan langit dan bumi dan segala isinya’. Dan bukannya langit dan bumi dengan segala isinya ‘menjadikan’ Allah.’ Allah adalah Tuhan atas langit dan bumi’. Dan bukannya langit dan bumi adalah ‘tuan’ atas Allah.
Dengan kemampuan seninya, manusia boleh-boleh saja melukiskan atau menggambarkan Allah. Tetapi hasil seni manusia seperti patung atau gambar apa saja yang indah-indah dan bagus-bagus, semua itu adalah karya tangan manusia. Makanya semuanya itu bukanlah Allah. Allah memberikan kepintaran akal budi dan kemampuan untuk berimaginasi atau berkreasi kepada manusia. Tetapi kepintaran otak manusia dan potensi kreatif dalam diri manusia ‘tidak mungkin menghasilkan’ sesuatu di luar barang-barang atau benda-benda ciptaan Allah.
Karena itu manusia tidak boleh sombong dan angkuh meskipun ia mampu menghasilkan atau memproduksi apa saja di dunia ini. Manusia tidak pernah menjadi ‘causa prima’’ apa saja. Sepintar-pintarnya atau semampu-mampunya dalam hal apa saja, manusia hanya tetap berada pada tingkat ‘causa secunda’. ‘Causa prima’ atau pengawal atau pengasal pertama segala sesuatu tetap merupakan hak prerogatif Allah saja. Manusia tidak dapat berbuat apa-apa dari kekosongan’. Manusia hanya dapat dapat melakukan atau menghasilkan sesuatu di atas segala ciptaan yang sudah dijadikan oleh Allah.
Tanpa ciptaan Allah manusia tidak dapat berbuat apa-apa di dunia ini. Itulah sebabnya manusia tidak boleh pernah sombong dan angkuh atas apa saja yang ia lakukan dan hasilkan di dunia ini. Tanpa Tuhan manusia bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Maka manusia siapa pun dia harus selalu menyembah dan memuliakan Tuhan. Ia harus selalu bersyukur dan memuji Tuhan selama hidup di atas bumi ini.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






