Sakit dan Penyakit Dapat Menimpa Siapa Saja

Kalau orang besar dan berkuasa menderita sakit dan penyakit, apalagi orang-orang kecil, miskin dan sederhana, pasti mereka lebih tidak memiliki lagi ‘senjata’ untuk melawan dan menyembuhkan sakit dan penyakit dalam hidup mereka. Kalau orang besar dan berkuasa yang sakit dan berpenyakit, tentu mereka mempunyai ‘senjata; seperti uang dan harta kekayaan untuk melawan dan menyembukan sakit dan penyakit mereka.

Sikap Tuhan Terhadap Orang Sakit dan Berpenyakit

Raja Hizkia berdoa kepada Tuhan. Ia ‘setia dan tulus’ di hadapan Tuhan.. Ia mengatakan apa adanya kepada Tuhan. ‘Aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan tulus. ‘Aku telah melakukan apa yang baik di hadapan-Mu.’ Kemudian ‘menangislah Hizkia dengan sangat keras.’ Maka melalui nabi Yesaya, Tuhan berkata: ‘Telah Kudengar doamu dan dan telah Kulihat air matamu. Sungguh, Aku memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi, dan Aku akan melepaskan dikau dan kota ini dari tangan raja Asyur dan Aku akan melindungi kota ini’

Seperti kepada raja Hizkia, Tuhan tentu akan mendengarkan doa dan jeritan tangisan kita. Ia melihat air mata kita. Dengan demikian ketika ketika kita menderita sakit dan penyakit, Tuhan akan melimpahkan belas kasihan, kerahiman, kemurahan dan kasih sayang-Nya untuk memulihkan kondisi hidup kita yang sakit dan berpenyakit.

Namun tidak kurang penting dari itu, kita sendiri mesti memiliki cara hidup yang baik dan berkenan kepada Tuhan. Inilah kehebatan atau kebajikan raja Hizkia. Kita pun mesti menjadi orang yang baik bagi Tuhan dan sesama. Meskipun kita adalah besar dan berkuasa, kita harus jujur dan setia dalam hidup dan pekerjaan. Kita harus rendah hati dan tetap berdoa kepada Tuhan. Kita tidak boleh malu untuk ‘menangis dengan sangat’, menangis dengan keras dan dengan meraung-raung kepada Tuhan dan di hadapan Tuhan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel