Ruteng yang Berubah: Ketika Tanah Dijual, Masa Depan Dipertaruhkan

Ruteng kini berada di persimpangan

Pembangunan membuka peluang bagi sebagian orang, tetapi juga menyingkirkan yang lain. Pertanyaannya: untuk siapa perkembangan ini?

Jika dibiarkan, ketimpangan tidak hilang—ia hanya berubah bentuk: dari ekonomi menjadi ketimpangan akses, peluang, dan masa depan.

Karena itu, arah pembangunan perlu dikoreksi.

Pemberdayaan masyarakat harus menjadi prioritas—melalui pelatihan keterampilan, akses permodalan yang adil, dan penciptaan lapangan kerja.

Peran pemerintah penting, tetapi tidak cukup. Gereja, NGO, dan masyarakat harus terlibat. Otoritas adat juga perlu diperkuat untuk menjaga keseimbangan nilai di tengah perubahan.

Ruteng tidak kekurangan harapan.
Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk memastikan bahwa pembangunan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan, tetapi juga keadilan sosial.

Karena kota yang maju bukanlah kota yang paling banyak bangunannya, melainkan kota yang mampu menjaga warganya tetap hidup layak, bermartabat, dan memiliki masa depan.

Dan, masa depan itu sedang ditentukan hari ini.

★Pemerhati Sosial dan Praktisi Pemberdayaan

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel