Cepat, Lugas dan Berimbang

Ruteng yang Berubah: Ketika Tanah Dijual, Masa Depan Dipertaruhkan

Perubahan lanskap juga memengaruhi sistem pangan. Dahulu, sawah tidak hanya memenuhi kebutuhan pemilik, tetapi juga menopang keluarga luas. Kini, ketergantungan pada pasokan beras dari luar daerah semakin meningkat.

Petani yang masih bertahan menghadapi tantangan berat. Produktivitas menurun akibat keterbatasan air. Sebagian warga mulai beralih ke hortikultura.

Di satu sisi, langkah ini membuka peluang ekonomi. Namun di sisi lain, ia perlahan menggeser nilai—dari kebersamaan dodo dalam proses produksi menuju orientasi pasar yang lebih individual dan kompetitif.
Yang hilang bukan hanya sawah, tetapi juga nilai hidup.

Tekanan ekonomi kemudian merembet ke ranah sosial. Lapangan kerja yang terbatas membuat banyak anak muda kehilangan arah.

Dalam kehidupan sehari-hari, gejala ini terlihat nyata. Pada sejumlah pesta pernikahan, konflik kerap terjadi dengan pola yang berulang: anak-anak muda yang mabuk, emosi yang memuncak, dan perkelahian yang sulit dihindari.

Ini bukan sekadar persoalan perilaku.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN