Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Buatlah sebuah niat di masa Prapaskah ini untuk merawat hati kita agar kembali bening. Hati yang penuh dengan cinta dan pengampunan. Hati yang berkelimpahan kasih karunia ALLAH. Kita boleh saja mengurangi makan tapi jangan pernah kurangi rasa cinta dan kasih di dalam hati kita. Berpuasa dan berpantang. Berderma dan berdoa. ITU yang dituntut dari kita di masa prapaskah ini agar menjernihkan, memurnikan kembali hati kita. kita lakukan ini bukan untuk pamer atau ‘pencitraan’. Tetapi, kita lakukan ini karena kita inin membina relasi yang lebih intim dan semakin intim dengan ALLAH. Semoga masa prapaskah ini, kita manfaatkan secara sungguh-sungguh sebagai jalan kepda kekudusan. Setidaknya, kita bisa mencicipi sedikit rasa surga di atas bumi.
Memaknai Debu
Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih, Debu. Itulah kita di tangan ALLAH. Rahmat dan cinta, DIA teteskan, jadikan kita debu itu, berarti dan berharga. DIA tidak mengebaskan debu yang tentunya mengotori tanganNYA yang kudus. Tetapi, dibiarkanNya. Lalu, disematkan dalam HATINYA agar debu itu tidak kehilangan rahmat dan kasih, agar debu itu tidak jatuh, terpisah dari KASIH ALLAH.
Debu. Itulah kita yang tidak berarti dan berharga. Yang terbuang dan terabaikan. Lemah dan rapuh, serta selalu terkubur dalam lembah dosa dan kegelapan. DEBU. Itulah kita yang hina dina ini. Di luar tangan ALLAH, kita tetaplah debu. Dan selamanya akan menjadi debu. Tetapi, di dalam tangan ALLAH, kita yang adalah debu, IA ubah kita jadi permata di hatinya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







