Program Pro Kebudayaan Bupati Blora hingga Raih Penghargaan PWI Pusat

Pro Kebudayaan
Bupati Blora, Arief Rahman bersama Bupati Manggarai, Herybertus Nabit saat mengundi nomor urut presentasi yang akan digelar besok.

Program Pro Kebudayaan Bupati Blora

Bupati Blora, Arief Rohman, dikenal memiliki berbagai program pro kebudayaan yang bertujuan untuk melestarikan dan memperkenalkan seni serta budaya lokal. Komitmen ini bahkan mengantarkannya masuk dalam nominasi 10 bupati/wali kota pro kebudayaan versi PWI Pusat tahun 2026. Program-program utama tersebut antara lain:

Kirab Budaya Hari Jadi Blora: Kegiatan tahunan ini merupakan perayaan besar yang menampilkan beragam seni dan budaya lokal, menjadi ajang penting untuk memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda dan memperkuat rasa kebersamaan.

Jelajah Budaya: Melalui Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar), Pemerintah Kabupaten Blora menyelenggarakan kegiatan jelajah budaya untuk menumbuhkan cinta budaya di kalangan masyarakat, termasuk generasi muda.

Festival Tradisional: Penyelenggaraan festival seperti “Ngawen Tradisional Festival” diharapkan dapat menginspirasi generasi milenial untuk melestarikan budaya lokal.

Penguatan Identitas Lokal: Bupati Arief Rohman juga menggagas inisiatif seperti mengganti nama RS Randublatung menjadi RS Samin Surosentiko, sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh dan nilai-nilai lokal.

Kerja Sama Antara Daerah: Blora menjalin kerja sama di bidang pariwisata dan kebudayaan dengan daerah lain, seperti Aceh, untuk saling mempromosikan potensi budaya.

Literasi Budaya: Melalui Festival Literasi Blora, pemerintah berupaya memperkuat budaya baca dan literasi yang juga mencakup pelestarian arsip daerah dan sejarah lokal.

Program-program ini didasari oleh semangat “Nyawiji mBangun Blora” yang menunjukkan bahwa kebudayaan dipandang sebagai fondasi kuat dalam pembangunan daerah yang akur, makmur, dan misuwur.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel