Jakarta, infopertama.com – Ajaran Samin, yang diaktualisasikan sebagai spirit pembangunan Blora yang berkelanjutan mengantarkan Bupati Blora, Jawa Tengah H. Arief Rohman meraih Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026.
Ajaran Samin di Blora, juga dikenal sebagai Sedulur Sikep, adalah ajaran leluhur yang mengedepankan kejujuran, kesederhanaan, dan perlawanan tanpa kekerasan terhadap ketidakadilan. Ajaran ini terutama pada masa kolonial yang diaktualisasikan kembali di Blora dengan prinsip “sedulur sikep” (saudara bersenjata) yang berarti melawan dengan kesadaran dan perbuatan baik, bukan senjata fisik, yang meliputi pedoman perilaku jujur, menjaga lisan (Sohaling Ilat), menghormati alam, serta pantangan terhadap fitnah, serakah, dan mencuri, menjadi warisan budaya yang menekankan persaudaraan dan hidup harmoni.
Bersama 9 kepala daerah lainnya, Bupati Arief Rohman berhak mendapatkan anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 usai berhasil mempertahankan proposalnya masing-masing di depan Dewan Juri Anugerah Kebudayaan (AK) PWI Pusat (9/1/2026).
PWI Pusat dalam keterangan resminya, Selasa (13/01) menerangkan bahwa saat presentasi di PWI, tiga bupati di antaranya, presentasi melalui daring, karena pada saat itu yang bersangkutan tidak bisa meninggalkan daerahnya, karena harus memakamkan jenazah orang tuanya, kegiatan terkait penanganan bencana alam Sumatra, dan acara adat.
“Mereka berhak menerima Trofi Abyakta pada puncak peringatan Hari Pers Nasional 2026 di Banten, 9 Februari 2026 mendatang,” tutur Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat Yusuf Susilo Hartono.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






