“Melalui kegiatan ini kami bisa melihat langsung prosesnya, dari sampah plastik hingga menjadi produk yang bisa dimanfaatkan kembali. Ini juga menarik untuk dikenalkan kepada anak-anak muda agar mereka melihat bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa dikembangkan menjadi kegiatan yang kreatif dan produktif,” ujar Widya.
Perwakilan Balai TNGR, Gustu Suartha, mengapresiasi pemanfaatan teknologi dalam pengolahan sampah yang dilakukan Gelisah. Menurutnya, penggunaan mesin memungkinkan produk daur ulang dihasilkan dengan tingkat presisi yang lebih baik dan membuka peluang peningkatan nilai ekonomi.
“Produk sekarang diolah dengan mesin yang lebih presisi. Daur ulang sampah menjadi ekonomis memang sudah diinisiasi oleh Gelisah, bahkan produknya sudah banyak orderan. Sangat luar biasa, masih ada yang peduli lingkungan dengan mendaur ulang sampah menjadi barang yang keren dan bernilai ekonomi,” kata Gustu.


General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, mengatakan dukungan terhadap pengelolaan sampah tidak hanya diarahkan untuk menjawab persoalan lingkungan, tetapi juga mendorong terbentuknya aktivitas ekonomi produktif di tengah masyarakat.
“Persoalan sampah membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Melalui kolaborasi dan pemanfaatan teknologi, sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang memiliki manfaat dan nilai ekonomi. PLN ingin mendorong agar upaya menjaga lingkungan juga dapat membuka ruang bagi peningkatan keterampilan, inovasi, dan peluang usaha masyarakat,” ujar Manurung.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












