Yang respon cepat harus menunggu lagi desa-desa yang lain yang mungkin mengalami hambatan.
“Sehingga, tahun 2026 ini kita pangkas satu jalur tanpa melalui kecamatan, langsung ke desa dan kelurahan. Dengan lebih awalnya pendistribusian SPPT PBB ini diharapkan realisasi penerimaan dapat meningkat karena petugas memiliki lebih banyak waktu tuk melakukan penagihan.”
Sementara itu, Kabid PBB-BPHTB WIL II Bapenda Manggarai, Frumensia Marieta Mur, SE menjelaskan dengan dipercepatnya penyaluran SPPT tidak ada lagi molor pembayaran hingga ke Desember.
Sebab, kata Kabid Frumensia, sesuai regulasi, enam bulan setelah pengiriman SPPT harus sudah lunas. Berarti, Agustus nanti harus sudah lunas, mempercepat Realisasi.
Ia menambahkan, Penyaluran SPPT PBB bagi desa yang data-datanya dinyatakan benar dan lengkap. Untuk sementara sudah ada tiga desa yakni desa Nati, Desa Mata Wae dan Desa Ceka Luju.
Ia berharap, desa-desa dan kelurahan yang lain juga bisa mempercepat pemutahiran agar Bapenda bisa segera menetapkannya dan langsung mencetak SPPT.
Maksimus Ambu, kepala Desa Ceka Luju optimis bisa mewujudkan realisasi penerimaan PBB tahun 2026 tepat waktu. Ia meyakini pola kerja lama yang dilakukan selama ini bisa meningkatan realisasi PBB.
Senada, penjabat Kepala Desa Nati komitmen tuk mempercepat dan meningkatkan realisasi PBB 2026 sebagai bentuk kecintaan terhadap Manggarai.
Menurutnya, Manggarai bukanlah daerah Industri, sehingga realisasi PBB menjadi salah satu andalan tuk pembangunan daerah.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











