Pendidikan Pancasila dan Tantangan Kohesi Sosial dalam Masyarakat Plural Masa Kini*

infopertama.com – Webinar Internasional Seri Literasi Keagamaan Lintas Budaya dalam Rangka Peringatan Hari Lahir Pancasila (1 Juni). Webinar ini membahas bagaimana Pancasila dapat diterjemahkan dalam dunia pendidikan untuk memperkuat kohesi sosial dalam masyarakat plural yang tengah menghadapi ancaman polarisasi dan perpecahan. Pembahasan ini mengikutsertakan perspektif global untuk memahami pengalaman negara-negara lain dalam menghadapi tantangan terhadap kohesi sosial.

Pendidikan Pancasila

Dalam konteks ini, Literasi Keagamaan Lintas Budaya sebagai pendekatan literasi keagamaan. Yang bertujuan untuk mengembangkan prinsip gotong royong, yang merupakan jiwa Pancasila, dalam masyarakat Indonesia yang religius dan beragam agamanya.

Indonesia sebagai salah satu negara yang paling beragam, dengan lebih dari tujuh ratus kelompok etnis, mengakui enam agama besar serta terdapat ratusan kepercayaan lokal. Kondisi keragaman ini merupakan suatu keunikan yang berhasil dirajut dan dipertahankan melalui Konstitusi dan ideologi bangsa, Pancasila. Pancasila telah terbukti menjaga kesatuan dan persatuan masyarakat Indonesia selama berpuluh-puluh tahun.

Salah satu tantangan terbesar yang bangsa Indonesia hadapi saat ini adalah meningkatnya polarisasi dan perpecahan dalam masyarakat. Seperti diindikasikan dalam Reimagining Our Futures Together (2021), sebuah laporan dari International Commission on the Futures of Education, UNESCO.

Oleh karena itu, dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, penting untuk lebih memahami bagaimana Pancasila dapat diterjemahkan dalam dunia pendidikan untuk memperkuat kohesi sosial yang terancam politik identitas, ketakutan akan orang yang berbeda (xenophobia), ujaran kebencian, serta berbagai ajaran intoleran dan radikal.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel