Meningkatnya tantangan terhadap kohesi sosial ini merupakan fenomena di banyak negara, sehingga penting juga untuk mempertimbangkan perspektif global dalam memahami peran pendidikan Pancasila untuk memperkuat kohesi sosial dalam masyarakat plural.
Dalam diskursus ini, Literasi Keagamaan Lintas Budaya adalah sebuah pendekatan literasi keagamaan yang kreatif dan efektif dalam menerjemahkan nilai-nilai Pancasila dengan penekanan pada prinsip gotong royong, yang merupakan jiwa Pancasila, dalam masyarakat plural yang tengah terancam kohesi sosialnya.
Sejak Oktober 2021, Institut Leimena telah menyelenggarakan Program Internasional Bersertifikat: Pengenalan Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) bagi guru dan pendidik agama. Program ini berfokus pada hubungan dan kerjasama lintas agama yang positif dan selaras dengan prinsip gotong royong dari Pancasila. Hingga saat ini, terdapat lebih dari 4.000 guru dan pendidik dari 34 provinsi yang telah lulus program pelatihan ini.



| * Webinar ini diselenggarakan Oleh Institut Leimena Didukung oleh Templeton Religion Trust, pada hari SELASA, 30 MEI 2023 Pukul 19.00 – 21.00 WIB |
| Welcoming Remarks (Kata Sambutan) Matius Ho Direktur Eksekutif, Institut Leimena |
| Speakers/Panelists (Pembicara/Panelis) Prof. Dr. M. Amin Abdullah Dewan Pengarah, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Prof. Dr. Franz Magnis Suseno, S.J.Profesor Filsafat, Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Prof. Dr. Katherine Marshall Vice President, G20 Interfaith Association (IF20) Dr. Chris SeipleSenior Research Fellow, University of Washington Moderator: Icuk Salabiyati, S.S., M.Pd. Alumni Pelatihan LKLB & Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 1 Kota Magelang |
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel


