Ruteng, infopertama.com – Direktorat Jendral Imigrasi Indonesia, kantor Cabang Labuan Bajo, kabupaten Manggarai Barat melakukan sosialisasi terpadu dan rapat koordinasi dengan Desa Mitra Imigrasi di Ruang Rapat Sky Resort, Pitak – Langke Rembong, Rabu, 4 Maret 2026.
Giat Sosialisasi bersama para kepala desa Binaan Mitra Imigrasi Labuan Bajo ini digelar dalam rangka meningkatkan pemahaman publik dengan tujuan menekan angka TPPO yang dinilai selalu berawal dari desa.
Sosialisasi ini, kantor Imigrasi Labuan Bajo menggandeng Kementrian HAM perwakilan NTT dan Pemda Manggarai sebagai narasumber.
Charles Christian Mathaus, kepala Kantor Imigrasi Kelas II Labuan Bajo kepada media ini menjelaskan bahwa Desa menjadi titik awal keberangkatan masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri, sehingga penting memastikan proses berjalan aman dan sesuai prosedur.
Penilaian ini, kata Charles karena keterbatasan informasi. Menurutnya, kurangnya informasi serta edukasi terkait perekrutan Pekerja Migran Indonesia yang Legal pada Masyarakat Desa menjadi salah satu faktor tingginya TPPO/TPPM.
“Dengan adanya sosialisasi ini, kita berharap dapat memastikan semua keberangkatan ke luar negeri prosedural, melindungi hak-hak pekerja migran. Serta, mencegah eksploitasi melalui edukasi dan pengawasan orang asing yang berada dan berkegiatan di desa.” Ujar Charles, Rabu.
Pencegahan dan Edukasi
TPPO selalu memiliki trik atau praktik penipuan demi memuluskan aksi-aksi mereka. Dicontohkan Charles, banyak kasus visa pelancong atau paspor wisata digunakan untuk tujuan bekerja, yang merupakan praktik ilegal.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






