Ruteng, infopertama.com – Gempa bumi tidak hanya meninggalkan rumah-rumah yang rusak dan warga yang harus mengungsi. Di tengah situasi darurat, ada persoalan kesehatan lain yang berjalan diam-diam: penyakit tidak menular, termasuk hipertensi.
Ditemui Selasa (15/09/2026), Juru bicara Posko HEOC Dinkes kabupaten Manggarai, Fransiskus Djemahu menuturkan temuan pelayanan Peluk Sehat Mobile Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai bahwa hipertensi menjadi salah satu masalah yang cukup banyak ditemukan dalam pelayanan kesehatan pascagempa.
Dalam laporan situasi penanganan kesehatan, jelas Fransiskus, pelayanan penyakit tidak menular dan keluhan somatik mencapai sekitar 25–30 persen dari keseluruhan pelayanan, dengan hipertensi derajat I, derajat II hingga kondisi kegawatan hipertensi termasuk di dalamnya.
Angka itu penting karena ditemukan bukan hanya dari pelayanan di fasilitas kesehatan, tetapi dari pelayanan langsung Peluk Sehat Mobile yang bergerak mendatangi warga di tengah masa tanggap darurat.
Peluk Sehat Mobile hadir dengan pola pelayanan yang lebih dekat. Tim bergerak ke lokasi-lokasi masyarakat, melakukan pemeriksaan, pengobatan dan pemantauan kondisi kesehatan warga. Dari perjumpaan langsung itulah berbagai persoalan kesehatan yang sebelumnya mungkin tidak terpantau kembali ditemukan.
Hipertensi menjadi salah satu perhatian.
Dalam situasi bencana, banyak hal berubah sekaligus. Pola makan tidak lagi seperti biasanya. Waktu tidur terganggu. Aktivitas sehari-hari berubah. Sebagian warga harus berpindah tempat tinggal dan tidak sedikit yang mengalami kecemasan karena gempa susulan yang masih dirasakan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












