Ruteng, infopertama.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai melalui tim pelayanan kesehatan bergerak Peluk Sehat Mobile mencatat sebanyak 17.925 warga terdampak gempa bumi telah mendapatkan pelayanan medis sepanjang masa tanggap darurat, terhitung sejak 15 Agustus hingga 15 September 2026.
Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Health Emergency Operation Center (HEOC) Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Fransiskus Djemahu, dalam sesi wawancara di Posko HEOC pada Selasa (15/9/2026).
Cakupan Pelayanan dan Mobilisasi Tim Lapangan
Fransiskus menjelaskan bahwa angka 17.925 warga yang dilayani menggambarkan tingginya kebutuhan akses kesehatan masyarakat di tengah situasi darurat bencana. Tim bergerak yang terdiri dari tenaga kesehatan Dinas Kesehatan, puskesmas, dan jejaring pelayanan kesehatan lainnya secara aktif mendatangi warga hingga ke lokasi-lokasi yang membutuhkan penanganan langsung.
Menurut Fransiskus, kehadiran tim di lapangan menjadi kunci utama karena tidak semua warga terdampak bencana dapat dengan mudah mengakses fasilitas kesehatan, baik akibat keterbatasan akses jalan maupun kondisi fisik yang mewajibkan penanganan di rumah.
Ragam pelayanan kesehatan diberikan secara menyeluruh selama masa tanggap darurat. Petugas memberikan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan medis, penanganan khusus bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas, serta pemantauan lanjutan bagi warga yang mengidap penyakit kronis sejak sebelum bencana. Di samping penanganan fisik, tim juga melakukan kunjungan rumah serta memberikan dukungan psikososial dan ruang konseling guna memulihkan kondisi mental masyarakat pascabencana.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












