Ruteng, infopertama.com – Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Bencana gempa bumi yang menerjang wilayah Manggarai memicu kerusakan fisik meluas dan menelan puluhan korban jiwa di berbagai kecamatan.
Berdasarkan Dokumen Rekapitulasi Data Korban Meninggal Dunia By Name By Address (BNBA) per 15 September 2026 pukul 19.00 WITA, tercatat sebanyak 58 warga dilaporkan meninggal dunia.
Korban jiwa yang terverifikasi tersebut tersebar di sembilan kecamatan terdampak. Duka kemanusiaan ini kian terasa mendalam mengingat rentang usia korban mencakup kelompok yang sangat rentan, mulai dari bayi baru lahir yang mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju RSUD Ruteng, hingga lansia berusia 100 tahun.
Mayoritas kematian dipicu oleh trauma fisik mendalam akibat tertimpa reruntuhan bangunan rumah maupun gedung publik. Selain benturan fisik, trauma sekunder seperti guncangan syok berat pasca-gempa, serangan stroke mendadak, hingga gangguan pernapasan akut juga menjadi penyebab merenggutnya nyawa para korban. Kecamatan Reok mencatatkan angka kematian tertinggi, disusul oleh Kecamatan Langke Rembong dan Kecamatan Cibal.
Selain merenggut puluhan jiwa, guncangan gempa memaksa ribuan penduduk kehilangan tempat tinggal dan harus bertahan di lokasi penampungan sementara. Hasil verifikasi data pengungsian terpadu di tingkat kecamatan—yang menyaring data awal sebanyak 12.563 jiwa—kini mengonfirmasi sebanyak 5.799 jiwa dari 1.725 Kepala Keluarga (KK) berada di posko-posko pengungsian.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












