Di antara ribuan pengungsi tersebut, terdapat 1.969 jiwa yang masuk dalam kategori kelompok sangat rentan dan membutuhkan penanganan darurat ekstra. Kelompok ini terdiri dari 35 ibu hamil, 243 ibu menyusui, 430 balita, 704 anak-anak, 472 lansia, serta 85 penyandang disabilitas.
Mereka saat ini tersebar di beberapa titik pengungsian utama, termasuk Posko Wotok di Cibal dan Posko Golo Conggo di Reok.
Kehancuran fisik di permukiman warga juga terbilang masif. Data rekapitulasi mencatat sebanyak 22.940 unit rumah warga mengalami kerusakan, dengan rincian 8.500 unit rusak ringan, 6.806 unit rusak sedang, dan 7.634 unit hancur atau rusak berat.
Kerusakan rumah paling parah terkonsentrasi di empat wilayah utama, yakni Kecamatan Wae Ri’i sebanyak 2.981 unit, Kecamatan Cibal 2.946 unit, Kecamatan Langke Rembong 2.894 unit, serta Kecamatan Reok 2.849 unit.
Sektor pelayanan publik pun tak luput dari dampak разрушение. Sebanyak 362 fasilitas pendidikan dilaporkan terdampak, di mana 160 unit di antaranya mengalami rusak berat, terutama pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan PAUD. Kondisi ini mengancam keberlangsungan kegiatan belajar mengajar anak-anak di wilayah terdampak. Sementara pada sektor kesehatan, sebanyak 186 fasilitas kesehatan mengalami kerusakan, dengan 55 unit berkategori rusak berat.
Sebaran kerusakan berat fasilitas kesehatan paling banyak ditemukan di Kecamatan Cibal, Reok, Wae Ri’i, dan Satar Mese.
Melihat besarnya skala dampak bencana ini, penanganan darurat mendesak terus dilakukan. Fokus utama penanganan saat ini meliputi pemenuhan nutrisi dan sanitasi khusus bagi bayi dan ibu, layanan medis mobile guna mencegah penyakit menular di pengungsian, penyediaan hunian sementara (huntara), serta pendirian tenda sekolah dan fasilitas kesehatan darurat agar roda kehidupan warga Manggarai dapat perlahan pulih kembali.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











