Pendekatan Hospitality-Based Care
Dalam keterangannya, Fransiskus menegaskan bahwa pendekatan yang diterapkan oleh tim Peluk Sehat Mobile tidak sekadar intervensi medis formal, melainkan membawa semangat Hospitality-Based Care.
“Pelayanan kesehatan di lokasi bencana harus dilakukan dengan suasana yang lebih ramah dan manusiawi. Bagi para petugas di lapangan, setiap kunjungan memiliki cerita tersendiri. Ada warga yang datang untuk berobat, namun tidak sedikit pula yang butuh teman bicara untuk menyalurkan kecemasan akibat bencana. Masyarakat tidak hanya dilayani, tetapi juga diperlakukan dengan perhatian dan kepedulian,” jelas Fransiskus.
Komitmen Pelayanan Pasca-Tanggap Darurat
Meski masa tanggap darurat resmi berakhir pada 15 September 2026, Fransiskus menekankan bahwa evaluasi dan pemetaan kebutuhan kesehatan warga akan terus dilanjutkan untuk fase pemulihan.
“Masa tanggap darurat memang memiliki batas waktu, tetapi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat tidak berhenti hari ini. Pengalaman satu bulan ini menjadi pijakan penting bagi kami untuk melihat kembali kebutuhan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak dan memastikan penanganan berikutnya berjalan lebih baik. Prinsip kami jelas, yakni memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam mendapatkan pelayanan kesehatan,” pungkas Fransiskus.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











