Bahkan, dalam situasi bencana, mereka justru bisa menjadi kelompok yang semakin rentan.
Karena itu, penanganan bencana seharusnya tidak hanya berbicara tentang korban luka, patah tulang atau penyakit infeksi. Penyakit yang sudah ada sebelum gempa pun harus tetap menjadi perhatian.
Menurut Fransiskus Djemahu, temuan Peluk Sehat Mobile mengingatkan kita pada satu hal sederhana: di balik angka tekanan darah yang tinggi, ada manusia yang sedang berusaha bertahan dalam situasi yang tidak biasa.
Maka pelayanan kesehatan pascabencana tidak cukup hanya menyembuhkan yang terluka. Ia juga harus memastikan mereka yang selama ini hidup dengan penyakit kronis tidak kehilangan akses terhadap pengobatan dan pemantauan.
Sebab dalam keadaan darurat sekalipun, kesehatan tidak boleh mengenal kata terlupakan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











