Bagi penderita hipertensi, kondisi seperti ini tidak boleh dianggap sepele.
Djemahu juga menyebut data pelayanan juga menunjukkan kelompok dewasa dan lanjut usia merupakan kelompok yang cukup dominan mendapatkan pelayanan. Dari 19.459 kunjungan yang tercatat dalam periode pelayanan tersebut, 6.436 merupakan kelompok dewasa dan 5.636 kelompok lanjut usia. Pelayanan yang diberikan antara lain pengobatan umum, perawatan luka serta penanganan penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes dan stroke.
Persoalannya kemudian bukan hanya menemukan tekanan darah yang tinggi.
Keberlanjutan pengobatan juga menjadi tantangan. Laporan lapangan mencatat bahwa obat-obatan rutin, termasuk obat antihipertensi, cepat habis karena tingginya kunjungan masyarakat.
Di satu sisi, warga membutuhkan pelayanan. Di sisi lain, sistem pelayanan kesehatan juga sedang bekerja dalam kondisi yang tidak normal. Sebagian bangunan pelayanan belum sepenuhnya dapat digunakan sehingga pelayanan harus dilakukan menggunakan tenda. Ketersediaan obat, alat kesehatan, air bersih, ruang pelayanan dan sarana pendukung lainnya juga menjadi tantangan.
Di tengah kondisi seperti itu, Peluk Sehat Mobile menjadi semacam jembatan.
Ia tidak menunggu warga datang ke fasilitas kesehatan. Tim mendatangi warga.
Di situlah nilai penting pelayanan pascabencana. Sebab bencana tidak membuat penyakit kronis ikut berhenti. Orang dengan hipertensi tetap membutuhkan obat. Orang dengan diabetes tetap membutuhkan pengawasan. Pasien stroke tetap membutuhkan perhatian. Lansia tetap membutuhkan pemeriksaan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











