Meski Setuju Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Fraksi Kebangkitan Bangsa Soroti Rendahnya Realisasi Pajak dan Retribusi

Fraksi Kebangkitan Bangsa
Sekertaris Fraksi Kebangkitan Bangsa, Vinsensius Supriadi saat membacakan Pandangan Umum Fraksi

Atas kondisi tersebut, fraksi meminta pemerintah daerah menjelaskan berbagai kendala yang menyebabkan rendahnya realisasi penerimaan pajak daerah, termasuk penurunan yang terjadi dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain pajak daerah, Fraksi Kebangkitan Bangsa juga menyoroti realisasi penerimaan retribusi daerah yang hanya mencapai Rp7,13 miliar atau 57,74 persen dari target sebesar Rp12,36 miliar.

Menurut fraksi, capaian tersebut menunjukkan perlunya evaluasi terhadap potensi retribusi serta sistem pemungutan yang diterapkan agar terhadap dapat meningkatkan kontribusi Pendapatan Asli Daerah.

“Fraksi mendorong Pemerintah Daerah melakukan evaluasi potensi dan sistem pemungutan agar PAD dari sektor ini bisa lebih optimal dan menopang pembangunan,” ungkap fraksi.

Di tengah sejumlah catatan tersebut, Fraksi Kebangkitan Bangsa memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai atas keberhasilan mengoptimalkan Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan yang terealisasi 100 persen atau sebesar Rp5,51 miliar.

Apresiasi serupa juga diberikan atas realisasi Lain-lain PAD yang Sah yang mencapai Rp88,98 miliar atau 105,02 persen dari target.

Pada aspek belanja daerah, fraksi mencatat realisasi belanja mencapai Rp1,215 triliun atau 93,81 persen dari target APBD Perubahan sebesar Rp1,295 triliun. Fraksi Kebangkitan Bangsa mengapresiasi upaya pemerintah daerah dalam pengelolaan belanja, namun berharap dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyerapan anggaran agar program-program prioritas yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat dapat direalisasikan secara maksimal.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel