infopertama.com – Mereka mengatakan: senang menjadi seorang pria karena Anda bisa berjalan-jalan di pantai di Tunisia ber-telanjang dada tanpa dilempari batu hingga mati, kemudian Anda tidak akan lupa meletakkan barang-barang Anda; Anda bisa membuka kotak perbekalan makanan Anda dan melahap sebuah pisang di depan para tukang bangunan tanpa ragu.
Kemudian, asyik juga menjadi wanita karena Anda dapat membeli pakaian sendiri, menyilangkan kaki tanpa harus mengatur-atur diri dan jika Anda menampar wajah seorang pria di depan umum, semua orang akan mengira, pasti Anda yang benar.
Senangnya jadi seorang pria karena Anda dapat membeli mentimun dan sosis tanpa merasa sungkan.
Pria dan wanita memang berbeda. Tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk – tetapi hanya berbeda. Ilmu pengetahuan menyadarinya, tetapi kebenaran politis berusaha sekeras mungkin untuk menyangkalnya.
Ada pandangan sosial dan politik yang menyatakan bahwa pria dan wanita harus diperlakukan setara, berdasarkan kepercayaan aneh bahwa pria dan wanita memang sama. Namun, mereka tidak dapat membuktikannya!
Apa yang Sebenarnya Diinginkan?
Bagi pria modern, tidak banyak perubahan sejak berabad-abad berselang. Delapan belas persen pria zaman sekarang mengatakan bahwa pekerjaan mereka adalah hal yang paling penting dalam hidup mereka dan 99% mengatakan juga menginginkan kehidupan seks yang hebat.
Namun bagi wanita modern, keutamaan hidup mereka sangat berbeda dengan keutamaan hidup ibu dan nenek mereka. Banyak wanita modern telah memilih karir profesional karena mereka menginginkan hal-hal yang dimiliki pria, yaitu: uang, harga diri dan kekuasaan. Berbagai macam riset memperlihatkan bahwa wanita-wanita pekerja memiliki efek samping yang dimiliki pria pada umumnya, yaitu: masalah jantung, lambung, stres dan kematian usia muda.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







