Juru Damai
Di tengah orang-orang yang sedang bentrok atau bermusuhan, kita mesti rela menjadi pontifex atau jembatan komunikasi atau juru damai untuk meredam emosi dan amarah. Serta untuk menghentikan dendam dan benci dalam diri orang lain. Kita tidak boleh mengkompor atau menyulut api kemarahan untuk membenci satu dengan yang lain. Sebaliknya kita mesti menjadi sumber air yang membawa kesejukan dan kesegaran kepada orang lain.
Dalam konteks keluarga, ketika bapa dan mama berselisih atau bertengkar, hendaklah orang tua selalu memandang dan memperhatikan anak dari darah dan dagingnya sendiri. Di depan anak-anak, hendaklah orang tua berhenti untuk bertengkar dan berkelahi.

Ketika anak-anak hadir atau berada di depan orang tua, hendaklah orang dapat menahan diri dan langsung berhenti untuk bertengkar dan berkelahi. Anak-anak adalah malaikat kiriman Tuhan untuk mendamaikan dan menyatukan orang tua yang lagi bertengkar dan berkelahi.

Doaku dan berkat Tuhan
Mgr Hubertus Leteng

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






