Menembus Titik Nol Manggarai, Pengakuan Terbuka Bupati Herybertus Nabit di Tengah Bencana Masif NTT

“Yang paling tinggi sekarang adalah ISPA [Infeksi Saluran Pernapasan Akut], karena memang cuacanya makin dingin, kemudian siang kering, terik dan berdebu. Berikutnya adalah diare, meskipun masih bisa tertangani,” jelas Bupati.

“Kembali ke Titik Nol”: Trauma Psikologis dan Kehilangan Harapan

Selain kerusakan infrastruktur fisik, dampak psikologis menjadi isu paling mengkhawatirkan yang dihadapi warga Manggarai. Bupati Herybertus menyoroti fenomena psikologis di mana masyarakat tidak hanya mengalami trauma akibat getaran gempa, tetapi juga mengalami apa yang ia sebut sebagai kehilangan harapan.

Banyak warga, mulai dari usia produktif hingga lansia, yang merasa hidup mereka harus dimulai kembali dari titik nol. Rumah yang dibangun melalui proses menabung bertahun-tahun roboh seketika, sementara beban pembiayaan pendidikan anak-anak masih harus berjalan. Perasaan putus asa ini dinilai berbahaya jika tidak segera ditangani secara serius oleh pemerintah daerah dan pusat.

Peta Jalan (Blueprint) Rehabilitasi dan Rekonstruksi

Sebagai langkah taktis jangka pendek, Pemkab Manggarai memperpanjang masa tanggap darurat selama dua minggu ke depan. Periode ini difokuskan untuk memberikan pengertian dan edukasi adaptasi darurat kepada masyarakat serta merampungkan pendataan akurat tingkat kerusakan bangunan.

Untuk memastikan objektivitas data, Pemkab Manggarai mengerahkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk turun langsung ke desa-desa melakukan pendataan menggunakan kriteria resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Mengenai mekanisme bantuan perbaikan rumah, pemerintah menetapkan kriteria berdasarkan tingkat kerusakan bangunan warga. Bagi bangunan dengan kategori rusak ringan dan rusak sedang, pemerintah melalui BNPB akan memberikan bantuan stimulan dalam bentuk uang yang disalurkan melalui bahan-bahan material bangunan non-lokal, di mana sebagian kecilnya atau sekitar dua puluh lima persen akan diterima langsung oleh penerima manfaat untuk membiayai tenaga kerja.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel