Tantangan Distribusi Logistik dan Akses Wilayah
Hingga tiga pekan pascagempa, aktivitas malam hari di posko BPBD Manggarai masih disibukkan dengan pemantauan bongkar muat logistik. Bupati Herybertus mengungkapkan bahwa jalur logistik mengalami penyesuaian karena Pelabuhan Reo turut terdampak gempa. Seluruh barang bantuan dari Pulau Jawa kini harus dibongkar di Pelabuhan Labuan Bajo sebelum diangkut melalui perjalanan darat menuju posko kabupaten pada malam hari.
Terkait distribusi ke wilayah pelosok, sempat terjadi hambatan distribusi ke wilayah Cibal akibat timbunan longsoran batu besar yang menutup akses jalan. Namun, setelah diatasi menggunakan tenaga manusia hingga pengerahan alat berat, seluruh wilayah di Manggarai kini dipastikan sudah dapat diakses kembali.
Pemerintah Kabupaten Manggarai mempercayakan pola distribusi sepenuhnya kepada para camat dan kepala desa sebagai ujung tombak di lapangan. Langkah ini diambil agar bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan merata berdasarkan pemetaan langsung kondisi riil di setiap desa.
Krisis Kesehatan dan Kebutuhan Mendesak di Pengungsian
Berdasarkan data dan pantauan posko, kebutuhan utama masyarakat terdampak saat ini meliputi tenda dan terpal yang menjadi kebutuhan paling mendesak mengingat puluhan ribu warga masih memilih tidur di luar rumah setiap malam karena trauma gempa susulan yang masih kerap terjadi. Selain itu, selimut sangat dibutuhkan untuk menghadapi suhu malam yang semakin dingin di wilayah pengungsian. Pasokan logistik bahan makanan juga terus dijaga, sementara sektor kesehatan menghadapi lonjakan kasus penyakit pascabencana.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











